Tag : #inovasi-desa

Kang Marhaen Letakkan Batu Pertama Pembangunan Monumen CB Sang Maestro Nganjuk

Soft Launching Wisata Desa Waung Monumen CB Sang Maestro

Nganjuk, PING – Plt Bupati Nganjuk Kang Marhaen meletakkan batu pertama pembangunan monumen CB Sang Maestro di Desa Waung, Kecamatan Baron pada Selasa (28/6/2022). Menandai dimulainya pembangunan monumen yang akan menjadi ikon Kabupaten Nganjuk, yakni Kota CB. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Nganjuk Yu.

Kang Marhaen Resmikan Taman Jati Arum sebagai Agrowisata

Lokasi Wisata Baru di Tengah Perkebunan Durian

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA meresmikan Taman Jati Arum yang berada di Dusun Jatirejo, Desa Duren, Kecamatan Sawahan sebagai lokasi agrowisata baru, Rabu (23/02/2022). Di lokasi wisata paling anyar tersebut, pengunjung dapat menikmati suasana taman yang berada di tengah perkebunan durian, yang dikena.

Resmikan Wisata Edukasi Desa Gejagan, Ini Pesan Kang Marhaen

Mendorong Pemdes Lain Berinovasi dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA meresmikan Wisata Edukasi Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Sabtu (05/02/2022). Taman tersebut merupakan inovasi dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat yang dianggap bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui banyaknya pengunjung yang datang. Hal itu disampaikan.

Presentasi Ceting E Abah Kolel, Ini yang Disampaikan Kang Marhaen

Dalam Top 30 Kovablik Jatim 2021, Inovasi Pemdes Senjayan, Gondang

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA mempresentasikan Cegah Stunting Dengan Memanfaatkan Bank Sampah, Pekarangan dan Kolam Lele (Ceting E Abah Kolel) secara virtual, Rabu (06/10/2021). Presentasi itu dalam rangka Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2021. Sebagai informasi, Ceting.

Sambut Peluang Selingkar Wilis, Desa-Desa di Ngetos Galang Pembangunan Kawasan Perdesaan

Pemkab dukung anggaran bangun desa. Tahun 2019 200 juta, tahun 2020 2,5 milyar untuk infrastruktur jalan di desa

Kebutuhan anggaran yang besar dan kompleksitas permasalahan, menyebabkan pembangunan desa tak mungkin dilakukan sendiri oleh desa. Desa butuh kerjasama dengan Desa lain dan dengan pihak ketiga. Pun, Desa perlu bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten, Provinsi, dan Pemerintah Pusat. Maka, lahirlah pembangunan kawasan perdesaan. Di sisi lain,.