judul

Terlambat laporan di Siskeudes, Dana Desa terancam tak disalurkan. Siskeudes permudah audit keuangan desa

NGANJUK, PING-Komitmen Pemkab Nganjuk mewujudkan transparansi anggaran bukan hanya isapan jempol saja. Sejak tahun 2020, Pemkab Nganjuk terapkan aplikasi Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskeudes) online bagi 264 desa di Nganjuk.

Siskeudes menjadikan penyaluran anggaran desa secara non tunai. Selain itu, Siskeudes juga menciptakan transparansi serta memudahkan audit keuangan desa. Sebab, dalam Siskeudes tercatat lengkap dan rinci seluruh penggunaan anggaran desa. Mulai perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban keuangan.

Syaifulloh, S.IP, M.Si selaku Kabid Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk mengatakan, Siskeudes dapat mengetahui alur keuangan desa yang terdapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Syaifulloh menerangkan, bahwa pemdes harus mengikuti seluruh alur dalam Siskeudes. Termasuk, memasukkan laporan kedalam menu yang tersedia dalam sistem tersebut. Laporan melalui Siskeudes juga turut mempengaruhi pencairan dana desa (DD).


Syaifulloh, S.IP, M.Si selaku Kabid Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk


“Hasil laporan tersebut sangat penting bagi desa. Karena jika telat atau bahkan tidak memasukkan laporan, DD tidak akan bisa cair. Pencairan DD akan dilakukan apabila pemdes sudah melaporkan kegiatan-kegiatannya pada Siskeudes,” terang Syaifulloh saat ditemui PING, Jumat (19/03/2021).

Dari hasil laporan pada Siskeudes tersebut, pemdes wajib mengumumkannya secara luas. Caranya dengan menunjukkan melalui baliho, agar masyarakat bisa mengetahui perencanaan dan capaian apa saja yang telah dilakukan pemdes. “Sehingga bersifat transparan,” tukasnya.

Untuk itu, Syaifulloh meminta semua operator desa dapat memasukkan data secara cepat dan tepat. Sehingga kesalahan pada tahun sebelumnya dapat dievaluasi. “Dengan harapan kedepan tidak ada kesalahan lagi dalam memasukkan laporan pada Siskeudes,” lanjut Syaifulloh.

Sebagai informasi, Siskeudes yang saat ini digunakan merupakan versi terbaru atas pengembangan sebelumnya. Adapun pelaksanaannya, Dinas PMD bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika yang menyediakan infrastruktur server dan keamanan jaringan. (Cy/Nr)

Baca juga :

 

0 Komentar