Wujud Nyata Tingkatkan Ekonomi Kreatif, Disnaker Kembali Gelar Pelatihan Menjahit

Untuk Mengurangi Angka Pengangguran Terbuka dan Kemiskinan di Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, PING- Dalam rangka memacu kreatifitas warganya melalui Program Keberdayaan Ekonomi Masyarakat, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan menjahit di Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Selasa (06/09/2022).

Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Supiyanto dan dihadiri oleh Kabag SDA Asisten Ekbang Pemkab Nganjuk Muji Subagyo, Plt Camat Patianrowo Toni Susanto, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk KH Asrori Arif dan Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnaker, Marsini beserta jajarannya.

Baca Juga : Peran Penting Disnaker, 20 Anak Disabilitas Kota Angin Siap Bekerja

Dalam sambutannya, Kepala Disnaker Kabupaten, Supiyanto mengatakan bahwa giat pelatihan ini, sebagai langkah pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Angin, akibat pandemi covid-19.

"Ini sesuai dengan instruksi dan visi misi Bapak Plt Bupati Nganjuk dalam rangka membangkitkan kembali perekonomian masyarakat Kabupaten Nganjuk," ucapnya.

Dikatakan Supiyanto, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan perekonomiannya. Baik dari segi perekonomian dalam keluargannya serta bisa mencipatakan wirausaha baru dibidang menjahit. "Karena ilmu yang diperoleh saat pelatihan bisa mereka terapkan langsung nantinya,“ terangnya.

Kepala Disnaker bersama Kabag SDA dan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk beri semangat peserta pelatihan menjahit

Lebih lanjut Supiyanto menjelaskan, bahwa pelatihan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Makanya, pelatihan ini kita laksanakan di Patianrowo, karena Patianrowo merupakan salah satu daerah di Kabupaten Nganjuk yang menghasilkan tembakau.

"Jadi pelatihan dari alokasi DBHCHT ini, dikhususkan untuk daerah penghasil tembakau atau yang memiliki pabrik rokok, seperti di Patianrowo ini," tutupnya.

Sementara itu, Plt Camat Patianrowo Toni Susanto, melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 20 warga dari Desa Ngrombot dan Pakuncen. "Semoga dengan adanya pelatihan ini, warga masyarakat di Patianrowo bisa berkreasi dan meningkatkan perekonomian mereka," harapnya.

Baca Juga : Anggota DPRD Karyo Sulistyo Dukung Pelatihan Usaha Atasi Pengangguran Didanai DBHCHT

Untuk itu, Toni Susanto berharap agar peserta mengikuti pelatihan ini sampai selesai dan bisa menyerap ilmu yang disampaikan pemateri dengan baik. “Semoga apa yang didapat dalam pelatihan ini nantinya bisa bermanfaat dan bisa menyejahterakan perekonomian ibu-ibu. Amin,“ imbuhnya.

Sebagai informasi, pelatihan menjahit ini menghadirkan pelatih dari LPK Rahayu Nganjuk dan berlangsung selama 10 hari. Selama pelatihan peserta juga diberikan fasilitas, seperti pakaian, alat tulis kantor (ATK) dan uang saku. (Hs/Ys)

 

0 Komentar