Waspada Pesan WA! Berpotensi Mengganggu Program Vaksinasi COVID-19

Kadiskominfo Slambas: "Pesan itu menyesatkan masyarakat dan mengganggu program vaksinasi Pemerintah"

Hampir satu tahun pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Puluhan ribu nyawa manusia hilang di Indonesia dan jutaan di dunia.

Pemerintah tengah menyiapkan vaksinasi Covid-19 untuk melindungi masyarakat. Tak sedikit biaya dan petugas vaksinator tenaga kesehatan yang dikerahkan. Sementara, mereka sendiri terancam tertular Covid-19.

Menkes Budi Gunadi Sadikin telah menetapkan Keputusan Menkes yang menegaskan sasaran penerima vaksin akan mendapat pemberitahuan melalui Short Message Service (SMS).

Masyarakat juga dapat memeriksa apakah dirinya termasuk sasaran vaksinasi melalui laman Peduli-Lindungi dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Di tengah upaya ini, beredar pesan berantai di masyarakat melalui aplikasi Whatsapp (WA). Isinya, masyarakat diminta mengabaikan pemberitahuan SMS dan tidak menginput data dalam aplikasi Peduli-Lindungi.

Menyikapi hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk melakukan pengecekan fakta.

Hasilnya, pesan berantai WA itu dinilai mengandung informasi yang menyesatkan masyarakat.

Faktanya, pemberitahuan SMS merupakan kebijakan Pemerintah yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07 / Menkes / 12757 / 2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Selain itu, aplikasi Peduli-Lindungi yang berplatform Android dan IOS tersebut telah dimuat di Playstore dan APP Store, dan telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Aplikasi PeduliLindungi Dalam Rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan COVID-19.

Kepala Diskominfo, Slamet Basuki, meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan pesan bohong itu. "Pesan itu menyesatkan masyarakat dan mengganggu program vaksinasi Pemerintah", terangnya.

Pria yang aktif di media sosial dengan nama Slambas itu meminta masyarakat cermat bila menerima pesan WA dan tidak langsung menyebarkan. "Saring sebelum sharing", tegasnya.

(Menyesatkan. Isi pesan berantai yang menyesatkan masyarakat dan mengganggu program vaksinasi COVID-19)


Baca juga:

0 Komentar