Wapres Canangkan Gerakan Donor Plasma Konvalesen, Ini Kesiapan PMI Nganjuk

Untuk Menggugah Solidaritas Penyintas ke Pasien COVID-19

Senin, 18 Januari 2021 Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen didampingi sejumlah Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah, dan Pejabat terkait lain baik yang hadir secara daring maupun luring di Kediaman Wapres dan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) di Jakarta. 

Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia, khususnya para penyintas COVID-19 agar mau mendonorkan plasma konvalesen kepada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang semakin meningkat kasusnya.

"Untuk itu saya mengimbau dalam situasi apapun, kita harus selalu siap sedia untuk menolong sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan kita  masing-masing. Bagi para penyintas COVID-19 untuk siap sedia secara sukarela menjadi pendonor plasma konvalesen  apabila menurut hasil pemeriksaan dokter memenuhi persyaratan”, ujar Wapres. 

Wapres menyebutkan data per-14 Januari 2021, dari 703.464 orang yang sudah sembuh dari COVID-19 baru 1 (satu) persen yang menjadi pendonor plasma konvalesen. Padahal, ada potensi besar dari donor plasma konvalesen seiring jumlah pasien yang sembuh yang meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa digunakannya plasma konvalesen sebagai terapi tambahan pasien COVID-19 dilatarbelakangi oleh plasma pasien yang telah sembuh COVID-19 diduga memiliki efek terapeutik karena memiliki antibodi terhadap SARS-Cov-2. Sementara itu, plasma konvalesen diambil dari pasien yang didiagnosa Covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi COVID-19. Ditandai dengan dua kali pemeriksaan swab menggunakan RT-PCR dengan hasil negatif. "Untuk mengurangi risiko kematian maka diperlukan tindakan untuk meningkatkan imun salah satunya yaitu melalui terapi plasma konvalesen ini”, ungkap Muhadjir.

Syarat Donor Kovalesen

Menurut Muhadjir, seseorang dapat mendonorkan plasmanya sampai kira-kira 3 - 4 kali selama kurang lebih 3 bulan. Namun untuk dapat menjadi pendonor selain memenuhi kadar titer antibodi, juga harus memenuhi berbagai syarat lain sebagai donor darah biasa.

Beberapa syarat, selain harus sudah dinyatakan negatif setelah 2 kali pemeriksaan swab RT-PCR dan/atau swab antigen, juga mendapatkan surat keterangan sehat atau sembuh dari dokter/rumah sakit setempat, telah bebas gejala COVID-19 (demam/batuk/sesak napas/diare) sekurang-kurangnya 14 hari, usia 18-60 tahun, laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil, berat badan minimal 55 kilogram, tidak memiliki penyakit penyerta yang bersifat kronis seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, diabetes, darah tinggi tidak terkontrol.

"Untuk menghindari adanya pihak yang mengambil keuntungan dari pelaksanaan donor plasma konvalesen, kami menghimbau agar penyintas COVID-19 yang akan melakukan donor atau pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dapat langsung berhubungan dengan PMI atau RS yang ditunjuk", tegas Menko PMK.

Untuk diketahui, saat ini sudah terdapat 29 unit transfusi darah (UTD) PMI yang bisa melakukan kegiatan pengambilan plasma dari mantan pasien COVID-19. Setiap kepala daerah diharapkan dapat memastikan kesiapan dalam pelaksanaan donor plasma konvalesen terutama PMI di daerah.

Kesiapan PMI Nganjuk

Menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat terkait Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen, Wakil Ketua UDD PMI Nganjuk Bambang Eko Suharto menuturkan kepada PING bahwa jauh hari sebelum pencanangan tersebut PMI Nganjuk telah melakukan himbauan kepada para penyintas COVID-19 agar bersedia mendonorkan plasma konvalesennya. UDD PMI Nganjuk akan memfasilitasi para penyintas COVID-19 yang bersedia mendonorkan plasma darahnya.

(Wakil Ketua UDD PMI Nganjuk Bambang Eko Suharto)

“Para pendonor yang kebetulan penyintas COVID-19 diarahkan dan diharapkan bersedia mendonorkan darahnya di PMI terdekat yang mampu memproses plasma konvalesen seperti di PMI Surabaya, Malang atau Sidoarjo”, tuturnya.

Perlu untuk diketahui bahwa saat ini Kabupaten Nganjuk masih belum dapat melakukan proses pengambilan plasma konvalesen dari pendonor, hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran dan alat. Meskipun demikian, UDD PMI Nganjuk siap dan bersedia memfasilitasi para penyintas COVID-19 yang ingin mendonorkan plasma konvalesennya.

“Demi kemanusiaan, UDD PMI Nganjuk siap memfasilitasi dan mengantarkan pendonor untuk diambil plasma konvalesennya”, ujarnya. (Alph/YS)


Catatan Redaksi:
Unit Donor Darah PMI Kabupaten Nganjuk
Alamat: Jl. Mayjen Sungkono No. 10 Nganjuk (Gedung 45 Nganjuk ke Selatan)
Nomor Telp: (0358) 321193

0 Komentar