Wakil Bupati Kang marhaen Ingatkan “jas Merah”

Wakil Bupati Nganjuk Dr.Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.H., MBA.,  membuka pameran yang bertajuk “Nganjuk Tempo Doloe” yang digelar di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk. Acara tersebut di gelar selama tiga hari pada tanggal 16 s.d 18 Juli 2019.

Marhen Djumadi hadir didampingi isteri beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk.

Turut Hadir pula Staf ahli Ir. Muslim Harsoyo, Para Ketua Opd, Kepala Dinas Pariwisata  Drs. Supiyanto, MM., , Kepala Dinas Kesehatan Dr. Achmad Noeroel Cholis, Kepla Dinas Pendidikan Drs. Mokhamad Yasin, M.Si, 

Kepala Disparporabud Nganjuk Supiyanto mengatakan, museum Anjuk Ladang memiliki koleksi yang cukup lengkap. Dapat menjadi alternatif pilihan untuk berwisata. “Mengenal dan mempelajari sejarah Museum Anjuk Ladang

Dalam sambutan Kang Marhaen, Beliau ingin menghapus paradigma bahwa museum adalah masa lalu. Karena itu diharapkan sebuah museum tidak hanya menampilkan tempo dulu namun juga berisi tentang yang akan datang, agar semua usia khususnya generasi milenial bisa menikmati dan betah berada di dalamnya.

“Kita selalu di ingatkan sama Bung Karno “Jas Merah” Jangan lupa sama sejarah, maka hari ini kabupaten nganjuk nyawiji tempoe doloe. Mengadakan pameran koleksi tempoe doloe yang juga di dukung oleh daerah-daerah sekitar”. Ujar Kang Marhaen

“Para pengelola yang berkaitan degan kebudayaan ada semacam inovasi sehingga apa yang kita tampilkan di musium tempo doloe dan yang akan datang, Bukan hanya sejarah saja”. Tutur Kang Marhaen

Lebih jauh dikatakan bahwa asal mula nama Nganjuk adalah dari nama Anjuk dan Ladang. Anjuk berarti kemenangan, Ladang berarti tanah. Hal ini akan menjadi semangat bagi anak muda untuk mempunyai mental juara, karena di setiap sosok generasi muda memiliki gen untuk menang, untuk menjadi juara.

Seusai memukul gong tanda pameran dibuka, didampingi jajaran Pemerintah Daerah mengunjungi semua stand pameran. Tentunya yang pertama kali dikunjungi adalah stand milik BPCB Jawa Timur karena terletak di deret pertama.

Didik Hermawan, salah satu staf Unit Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM), menerangkan semua koleksi yang dibawa sesuai alur yang ditata. Nampak ketertarikan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk ini terhadap bentuk utuh Candi Lor, candi yang menjadi salah satu ikon kota angin ini. Kunjungan ke stand BPCB Jawa Timur diakhiri dengan foto bersama di depan stand berbentuk rumah majapahit. (Hs-Ys/Diskominfo)

0 Komentar