Wabup Pimpin Persiapan Program Desa Digital 2021

Dorong sinergi Diskominfo, PMD, Dispendukcapil, Kecamatan dan Desa/Kelurahan buat program yang realistis berbasis kebutuhan Desa

"Membangun Desa Digital harus dimulai dari menyatukan pola pikir Desa, Kecamatan, Kabupaten, bahwa kita sebagai pelayan masyarakat", tegas Wakil Bupati Nganjuk Dr.Drs.H.Marhaen Djumadi,SE,SH,MH,MBA yang akrab disapa Kang Marhaen, saat menjadi narasumber FGD Desa Digital di Planning Center Bappeda, Kamis (10/12/2020).

Kang Marhaen mengatakan perlunya Desa bertransformasi dari bekerja manual menjadi berbasis Information Communication Technology/ ICT atau Teknologi Informatika dan Komunikasi/ TIK. Pelayanan publik harus menjadi perhatian utama Desa. "Data kependudukan harus transparan untuk layanan masyarakat", serunya kepada perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang hadir.

Lebih lanjut, Kang Marhaen mendorong Kepala Desa memanfaatkan aset-aset desa agar diolah dan dipasarkan menggunakan TIK agar produktif. "Digitalisasi Desa harus membawa multiplier effect untuk kemajuan ekonomi desa dan masyarakat", terangnya.

Untuk itu, Kang Marhaen mendorong Diskominfo, Dinas PMD dan Desa menyiapkan program Desa Digital. "Siapkan infrastruktur, jaringan, aplikasi, dan terutama SDM TIK", tegasnya.


(Wakil Bupati memberi arahan Desa Digital)

Dispendukcapil Siap Data Kependudukan

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil),  Kukuh Priyono, Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data, menerangkan data kependudukan dapat dimanfaatkan untuk layanan publik.

"Dispendukcapil siap mendukung pemanfaatan data. Kami dan Diskominfo sedang finalisasi proses perjanjian kerjasama", terangnya.

Pemanfaatan data kependudukan diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 102 Tahun 2019 tentang Pemberian Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan. Data kependudukan disediakan melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Kesiapan Aparatur Desa dan Prioritas Dana Desa

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) menjadi salah satu aktor utama penerapan Desa Digital di Nganjuk. Berperan sebagai pembina desa, Dinas PMD berfungsi mengoordinasikan perumusan kebijakan anggaran desa.

Teguh Ovi,S.IP.,MM, Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan, hadir mewakili Kepala Dinas PMD sebagai narasumber tema kesiapan aparatur desa dan prioritas Dana Desa, menekankan faktor pola pikir dan pola kerja sebaga kunci utama penerapan Desa Digital.

"Pola pikir, pola kerja, dan diikuti dengan strategi yang tepat serta penguasaan teknis, adalah kunci dalam menyiapkan SDM Desa Digital", terang pria yang lama malang melintang menangani pembinaan desa di Nganjuk.

"Kades dan perangkat harus memiliki pemikiran dan kesadaran bahwa TIK sebagai kebutuhan yang menghasilkan manfaat", tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang menggemari barang klasik itu memaparkan adanya peluang pendanaan Desa Digital dari Dana Desa. "Permendes Prioritas Dana Desa memberi peluang untuk Desa Digital", tambahnya.
 


(Pedoman Prioritas Dana Desa 2021 untuk Desa Digital)

Rencana Aksi 2021

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Slamet Basuki, memaparkan capaian Desa Digital 2020 dan rencana aksi program Desa Digital 2021.

"264 Desa selama ini sudah menerapkan digitalisasi pemerintahan. Buktinya ada Siskeudes, Prodeskel, website layanan informasi desa, dan layanan akses internet Wi-Fi di pendopo desa", terangnya. "2021, kita kembangkan pada digitalisasi manajemen pemerintahan desa, pelayanan publik, dan ekonomi desa", tambah mantan Kabid Pemdeskel Bapemaspemdes 2012-2016.

"Diskominfo sudah menyiapkan aplikasi SEDUDO. Untuk layanan administrasi masyarakat, laporan kinerja aparat desa, dan update data kependudukan. Siap launching", paparnya.

Pihaknya telah menyiapkan kegiatan pendampingan Desa Digital di 2021. Sementara itu, fokus saat ini menyiapkan APB Desa 2021. "Desember ini, Diskominfo bersama PMD menyiapkan juknis penggunaan APB Desa untuk Desa Digital", tambahnya.


(Capain dan rencana Desa Digital Kabupaten Nganjuk)

Focus Group Discussion (FGD) Desa Digital untuk merealisasi visi dan misi Mas Novi dan Kang Marhaen Mbangun Deso Noto Kutho dalam RPJMD. Hadir 10 perwakilan Desa dan 7 Kecamatan. (Ys/Hs/Hen)

0 Komentar