Trembesi Besar Di Warujayeng Tumbang, Lintas Sektor Cepat Atasi Meski Terkendala Sarpras

Dinas LH atur pengelolaan sarpras dan SDM yang terbatas agar mampu layani se-Nganjuk

TANJUNGANOM, PING-Hujan lebat yang terjadi pada Selasa (02/03/2021) mengakibatkan enam pohon trembesi tumbang. Lokasi tepatnya berada di sekitar Stadion Warujayeng. Atas kejadian itu, berbagai unsur bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi jalan tersebut.

Pantauan PING, pada Rabu (03/03/2021) upaya pembersihan masih dilakukan oleh petugas gabungan maupun warga setempat. Petugas gabungan antara lain Pemerintah Kelurahan Warujayeng, Polsek, Koramil, BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, maupun Dinas PUPR.

Edie Srijanto SE,MM, Camat Tanjunganom menuturkan, robohnya pohon berukuran besar tersebut berlangsung sekitar pukul 15.15 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun pohon yang melintang jalan tersebut menutup akses menuju perkampungan warga.

“Selain itu ada satu warung kopi tertimpa rating pohon, dan sebagian tembok stadion roboh,” tutur mantan Camat Patianrowo itu.

Dari lokasi kejadian, masih dijumpai banyak pohon besar yang masih berdiri. Lokasinya juga berdekatan di antara warung-warung di seputaran Stadion Warujayeng. Untuk itu, Camat Edie mengimbau kepada pemilik warung untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Bilamana ada hujan lebat disertai angin, untuk sementara meninggalkan tempat usahanya dulu demi keamanan dan keselamatan,” pintanya.

Atas kejadian tersebut, Camat Edie mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penataan ulang lokasi dan perawatan pohon-pohon yang berusia tua. Mengingat lokasi kejadian menjadi tempat kegiatan usaha dan fasilitas umum yakni stadion.

“Harapannya kedepan ada suatu konsep penataan ulang area lokasi kejadian menjadi lokasi yang aman dan nyaman untuk kegiatan usaha ekonomi masyarakat,” pungkas Edie.

Dinas LH Terkendala Sarpras dan SDM

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Tri Wahyu Kuncoro, mengakui adanya kendala dalam penanganan pohon tepi jalan yang roboh.

"Kondisi cuaca ekstrim, LH banyak menerima laporan pohon tumbang. Kami harus menangani semua, padahal alat dan SDM terbatas," ujarnya saat ditemui di gedung Anjuk Ladang menjelang rapat koordinasi RPJMD, Rabu (3/3).

Sebagai perangkat daerah yang menangani pengelolaan lingkungan hidup, pihaknya dituntut merawat seluruh pohon tepi jalan di wilayah Nganjuk. Termasuk, pemangkasan bagian pohon agar tidak mudah roboh. Namun, cuaca hujan lebat disertai angin belakangan, membuat banyak pohon tumbang yang harus ditangani cepat agar tidak menimbulkan kecelakaan pengguna jalan. (Zak)

Baca juga:

0 Komentar