Tanam Pohon Buah di Kawasan Hutan, Wabup Ingin Masyarakat Semakin Sejahtera Dari Hasil Hutan

Strategi pilih pohon produktif, untuk fungsi lindung hutan dan nilai ekonomi

Musim penghujan yang identik dengan datangnya bencana, juga memiliki sisi positif, yaitu waktu untuk tumbuh suburnya tanaman, khususnya di lahan hutan. Inilah waktu yang tepat untuk menanam pohon. Khususnya pohon tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, yaitu bibit tanaman buah.

Untuk mengembalikan fungsi hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kang Marhen, Wakil Bupati Nganjuk memimpin gerakan penanaman pohon produktif secara serentak di Desa Sudimoroharjo, Kecamatan Wilangan, Kamis (17/12/2020).

Penghijauan dilaksanakan di kawasan KPS (Kawasan Perlindungan Setempat) yang merupakan areal penyangga sungai-sungai sebagai upaya perlindungan terhadap hidrologi dari hutan. Di petak 144 D RPH Jambi, BKPH WLS, Desa Sudimoroharjo, Kecamatan Wilangan. Di daerah itu dipilih karena banyak area yang gundul dan hanya ditanami tanaman pangan musiman seperti jagung, ketela dan padi.


(Rombongan Wakil Bupati menuju kawasan penanaman pohon)

Kang Marhaen berpesan agar bibit yang ditanaman adalah bibit tanaman yang memiliki nilai jual yang tinggi. ''Carilah tanaman-tanaman yang sangat menguntungkan, contohnya porang, tanaman porang itu langsung ekspor, sangat mahal perkilonya,'' pesan Kang Marhaen.

''LMDH di KPH Nganjuk maupun Saradan supaya memanfaatkan tanaman yang efisien. Porang itu tanpa memerlukan banyak air bisa hidup.'' tambahnya.

Ditempat yang sama Administratur KPH Nganjuk, Wahyu Dwi Atmojo mengatakan ''Jangan hanya bergantung pada tanaman jagung, ketela, tapi kalau buah-buahan, pohonnya berguna untuk menahan erosi, hutannya juga kelihatan rimbun, dan saat panen hasilnya bisa dinikmati bersama,'' ungkapnya.

Dengan diadakannya pengembalian fungsi hutan melalui penanaman bibit tanaman yang memiliki nilai jual tinggi, diharapkan selain untuk meminimalisir terjadinya bencana, juga untuk mengangkat potensi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Hutan.

Hadir dalam acara tersebut, Forkopimda Nganjuk, Forpimcam Wilangan, jajaran KPH Nganjuk, KPH Saradan Perum Perhutani DIVRE Jatim,  Kepala Desa Sudimoroharjo, LMDH Wonoharjo dan Trubuskusumo, Koperasi Wanita Tani Hutan Srikandi Wonoharjo, serta masyarakat sekitar. (Hend)

0 Komentar