Tahun Ini Pemkab Nganjuk Tuntaskan Pengurukan Lahan Relokasi Warga Terdampak Bendungan Semantok

Total Lahan Relokasi Seluas 39,7 hektare

Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Semantok. Hal ini dilakukan dengan memasang target bahwa tahun ini pengurukan lahan relokasi warga terdampak harus selesai, selain itu juga melanjutkan proses ganti rugi kepada warga terdampak Bendungan Semantok. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) KAb. Nganjuk Drs. Adam Muharto, A.P, M.Si menyampaikan bahwa BAPPEDA sebagai perwakilan dari Pemkab Nganjuk terus bersinergi guna percepatan realisasi proyek dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2 triliun itu. “Appraisal terus dilanjutkan, pengurukan lahan oleh Dinas PRKPP (Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Kab. Nganjuk juga dituntaskan tahun ini”, jelasnya.

Adam menjelaskan bahwa appraisal atau penaksiran harga tanah diupayakan bisa selesai tahun ini, demikian juga proyek pengurukan lahan yang terletak di depan Bendungan Semantok sehingga ratusan Kepala Keluarga (KK) warga terdampak bisa segera menempati lokasi relokasi.  

Perlu untuk diketahui bahwa lahan relokasi warga terdampak totalnya seluas 39,7 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan seluas 3 hektare diantaranya telah diuruk pada tahun 2020 lalu dengan anggaran Rp 7,12 miliar. Sisanya lahan seluas 36,7 hektare direncanakan akan diuruk pada tahun ini. Apabila proyek selesai sesuai dengan jadwal, dapat dipastikan tahun depan ratusan KK warga terdampak Bendungan Semantok dapat menempati lahan strategis tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas PRKPP Kab. Nganjuk Suharono, S.Sos, MM menuturkan bahwa Dinas PRKPP Kab. Nganjuk akan menuntaskan pengurukan lahan relokasi warga terdampak Bendungan Semantok tahun 2021 ini dan anggaran yang disiapkan senilai Rp. 32 miliar. Guna memastikan agar proyek tersebut tidak molor, Dinas PRKPP saat ini tengah melakukan persiapan dokumen lelang. “Perencanaannya sudah, sekarang dalam tahap menyiapkan dokumen lelang pengurukan lahan relokasi, tuturnya.

Diperkirakan, proses persiapan dokumen lelang membutuhkan waktu sekitar 2- 3 bulan. Selanjutnya, proses lelang dapat dimulai dan lamanya diperkirakan maksimal sekitar 3 bulan. Harono memprediksi bahwa keseluruhan proses lelang tersebut dapat selesai pada bulan Juni atau Juli tahun 2021. Setelah itu, pengurukan lahan seluas puluhan hektare itu dapat dimulai. Harono berharap semoga proyek dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat bisa segera memanfaatkannya. “Warga sudah menunggu, Pemkab Nganjuk mengupayakan agar semua prosesnya tak terhambat,” tambahnya

 

(Diolah dari sumber: https://radarkediri.jawapos.com/read/2021/01/28/238030/tuntaskan-pengurukan-lahan-relokasi-warga-terdampak-semantok)

0 Komentar