Sukseskan BIAN 2022, 57 Anak di Desa Sidokare Dapatkan Imunisasi Campak-Rubella

Sasaran Imunisasi Anak Usia 9 hingga 59 Bulan

NGANJUK, PING - Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Balita Srikandi Desa Sidokare serius dalam meningkatkan capaian imunisasi anak yang sebelumnya cukup rendah karena adanya pandemi covid-19. Hal itu ditunjukkan dalam penyelenggaraan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Posyandu Balita Desa Sidokare bekerjasama dengan Puskesmas Rejoso.

Turut hadir dalam penyelenggaran BIAN, Indah selaku pendampingan dari Puskesmas Rejoso dan Ertantri Ika selaku Bidan Desa Sidokare. Serta para kader kesehatan Desa Sidokare dan mahasiswa KKN UINSA Sunan Ampel Surabaya.

Dikatakan Indah jenis imunisasi kali ini adalah Campak-Rubella (MR) dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai 59 bulan. Sebelum dilakukan imunisasi, balita yang hadir terlebih dahulu dilakukan screening guna mengetahui keluhan anak, adakah batuk atau pilek dan untuk mengetahui suhu tubuh dan lain sebagainya.

Baca Juga : Lakukan Monitoring Posyandu, Kang Marhaen Pastikan Penanggulangan Stunting Berhasil

Penyelenggaraan BIAN ini sendiri dibarengi dengan jadwal kegiatan Posyandu rutinan yang ada di Desa, selain dilakukan imunisasi para balita yang hadir juga di berikan vitamin A dan PMT.

"Imuninasi kali ini adalah jenis campak rubella atau MR sasarannya anak balita usia 9 sampai 59 bulan. Sebelumnya kita lalukan proses screening dulu agar mengetahui keadaan kesehatan anak itu sendiri apakah layak menerima imunisasi atau belum, misalnya sedang tidak sehat maka, kita tunda sampai benar-benar sehat", tuturnya, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, Ertantri mengatakan di Posyandu Srikandi Desa Sidokare sendiri ada 57 anak yang masuk dalam kategori sasaran imunisasi dan sebelumnya sudah dientri di Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), dan yang sudah imunisasi juga akan dientri kembali di Aplikasi ASIK oleh petugas dari Puskesmas serta dicatat di buku KMS oleh kader guna mengetahui dari jumlah yang terdata siapa saja yang belum melakukan imunisasi.

Ia juga memberitahukan pada para ibu bahwa BIAN ini bertujuan sebagai upaya untuk meningkatkan capaian imunisasi anak. Selain itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan. Pihaknya akan menyisir ulang dengan door to door agar semua anak di Desa Sidokare mendapatkan imunisasi seluruhnya.

"Untuk 4 anak yang belum imunisasi, kami berencana mendatangi dan menyisir ulang. Insyaallah kami laksanakan minggu depan", imbuhnya.

Ertantri berharap dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir.

Baca Juga : Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Nganjuk Rutin Adakan Perpustakaan Keliling

"Mengingat pentingnya imunisasi ini maka diharapkan akan mampu membentuk sistem kekebalan dari campak dan rubella dan mempertahankan status Indonesia bebas dari polio dan cegah tetanus pada ibu hamil dan bayi yang baru lahir", harapnya.

 

0 Komentar