Sukses Mbangun Desa Noto Kutho, Kang Marhaen Apresiasi 51 Desa/Kelurahan Berprestasi

Atas Pengelolaan Tata Keuangan Desa Yang Akuntable, Transparan dan Sehat

NGANJUK, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Inspektorat Daerah menggelar malam penganugrahan Tata Kelola Keuangan Desa atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan kepada 51 Desa yang dinilai berprestasi dalam tata kelola keuangan desa.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mendorong Pemerintah Desa dalam melakukuan pengelolaan tata keuangan desa yang akuntable, transparan dan sehat.

Demikian disampaikan Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat mebuka puncak penganugrahan Tata Kelola Keuangan Desa tahun 2020 dan 2021 di Gedung Wanita Kabupaten Nganjuk, Rabu (24/11/2022) malam.

Baca Juga : Ini Desa-Desa Andalan Peraih Anugerah Tata Kelola keuangan Desa Nganjuk

Dalam sambutannya, Plt Bupati Nganjuk mengucapkan selamat dan sukses kepada desa yang menerima penghargaan. Pemberian penghargaan tata pengelolaan keuangan desa ini diberikan kepada 26 Desa yang menerima penghargaan WTP di tahun 2020 dan 25 Desa di tahun 2021.

“Ini adalah bentuk apresiasi Pemerintah Daerah atas keberhasilan tata kelola keuangan Desa,“ ucap Plt Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen itu.

Dijelaskan Kang Marhaen, ada tiga indikator dalam penilaiaan tata kelola keuangan. Diantaranya, yakni adalah MCP KPK. Kemudian WTP Kabupaten yang mana indikator penilaiannya atas tata kelola keuangan desa tersebut. “Dan Alhamdulillah atas tata kelola keuangan desa tersebut, Kabupaten Nganjuk lima kali bertutut-turut menerima penghargaan WTP dari Pemerintah Pusat,“ tandasnya.


Desa Jatipunggur Kecamatan Lengkong berhasil meraih penghargaan WTP kategori Nindya . (Dok.:Humas)

Sementara itu, dalam laporannya Inspektur Daerah Kabupaten Nganjuk Mokhamad Yasin mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara untuk mendukung visi-misi Kepala Daerah (Bupati) dalam mewujudkan program mbangun deso noto kutho.

Baca Juga : Tingkatkan Kapasitas SDA, Kang Marhaen Ajak Karang Taruna Perkuat Kelembagaan

Selain itu, sebagai upaya pemerintah dalam menilai tata kelola keuangan desa yang sesuai dengan ketentuan. “Karena ini sebagai motivasi desa agar memiliki kepatuhan dalam mengelola tata kelola keuangan desa, “ tandasnya.

Disampaikan M. Yasin, pada penganugrahan tahun 2021 merupakan penyelenggaraan tahun ketiga yang berdasarkan keputusan Bupati Nomor 188/201/K/411.013/2022 tentang perubahan keputusan Bupati Nganjuk Nomor 183/173/K/ 411.012/2021 tentang penetapan pemberian penghargaan tata pengelolaan keuangan desa tahun 2020.

“Kenapa ini dirubah, karena pada tahun 2021 yang telah dianggarkan harus di-recofusing akibat pandemi Covid-19. Sehingga penyerahan tersebut tertunda,“ urainya.

Lebih lanjut M. Yasin mengatakan proses penilain tata kelola keuangan desa ini dilaksanakan oleh pemeriksa Audit dan P2 UPD Inpektorat Daerah secara obtyektif dan profesiaonal.

Penilaian dilaksanakan saat APIP mulai bulan Januari sampai dengan April 2022. “Adapun indikator penilaiannya, yakni adalah tahap perencanaan 30 persen, tahap pelaksanaan 33 persen, tahap penata usahaan 12 persen tahap laporan 7 persen dan tahap penanggung jawaban 18 persen,“ imbuhnya.

Baca Juga : Kedepankan Pelayanan Masyarakat, Kang Marhaen Ajak Lembaga Desa Mbangun Deso Noto Kutho

Untuk diketahui, pada tahun 2020 ada 2 Desa menerima penghargaan Kategori Nindya, 3 Desa Kategori Madya dan 21 Desa Kategori Pratama. Sedangkan di tahun 2021 ada 9 Desa menerima Kategori Madya dan 16 Desa Kategori Pratama. Berikut rincian hadiah penghargaannya, kategori Nindya sebesar seratus juta rupiah, kategori Madya tujuh puluh lima juta rupiah dan kategori Pratama lima puluh juta rupiah. Total nilai hadiah Rp. 1.525.000.000,- untuk 26 Desa pemenang di tahun 2020. 

Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Nganjuk dan 51 Kepala Desa penerima penghargaan. (Hs/Ys)

 

0 Komentar