Serius Bangun Data, Pemkab Nganjuk Lakukan Inovasi Manajemen dan SDM Data

Diskominfo selesaikan regulasi dan aplikasi data di 2020. Gelar forum bedah data triwulanan di 2021

Pemerintah Kabupaten Nganjuk serius membangun data daerah. Tahun 2020, fokus pembangunan data daerah diarahkan pada kelembagaan data. Aspek regulasi, manajemen dan teknis menjadi perhatian utama.

"Secara regulasi, telah ditetapkan Perbup tentang Satu Data Indonesia Tingkat Daerah. Terkait manajemen, telah dibentuk Tim Pengelola Data Tingkat Kabupaten. Semua OPD juga sudah membentuk Tim Pengelola Data Perangkat Daerah", terang Slamet Basuki, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

"Agar jangan sampai urusan data diserahkan kepada satu orang saja. Setiap eselon IV bertanggung jawab mengurusi datanya", lanjut pria yang akrab disapa Slambas mengenai pentingnya tim data OPD.

Dijelaskan Slambas, eselon IV dan eselon III OPD menjadi Unit Data. Sekretaris OPD sebagai Sekretaris Tim dan Kepala OPD menjadi Ketua Tim, bertanggung jawab atas kinerja data OPD. Tim Pengelola Data OPD ditetapkan dengan Keputusan Kepala OPD.

Mantan Kabid Pemerintahan dan Kesra Bappeda itu menambahkan Diskominfo dan OPD tengah menyusun standar data dan metadata serta aplikasi data terpadu di Desember 2020. "Standar data dan metadata menjadi acuan mencari dan memverifikasi data OPD", terangnya.
 

(Wakil Bupati Nganjuk memberi pengarahan pembangunan data)

Target Pengelolaan Data 2021

Bagaimana dengan target 2021? Ditanya demikian, Slambas menegaskan akan fokus pada validitas data, peningkatan sumber daya manusia (SDM) OPD, dan pemanfaatan data.

"Setiap bulan ada desk verifikasi data OPD. Kami akan menggandeng mitra ketiga yang berpengalaman data", ujar penghobi sepeda seraya menambahkan validitas data menjadi tantangan besar. "Tidak mudah, tapi kami optimis bersama jajaran OPD", tambahnya.

"Saat desk, selain memvalidasi data, juga digunakan untuk transfer ilmu kepada Unit Data OPD. Kita juga periksa apakah Unit Data eselon IV OPD disiplin update data atau tidak", terang mantan Kabid Pemdeskel Bapemaspemdes itu menyinggung upaya peningkatan kapasitas SDM data OPD.

Tahun 2021, Diskominfo menargetkan penyusunan Data Dinamis Daerah setiap triwulan. "Data Dinamis berisi capaian kinerja RPJMD di tahun berjalan. Setiap tiga bulan dihitung capaian kinerja. Kami susun bersama BPS", papar Slambas.

Diskominfo juga berencana menggelar kegiatan bedah data. "Kami adakan Forum Data Triwulan. Membedah Data Dinamis kinerja daerah. Narasumbernya pimpinan eksekutif dan DPRD. Ini inovasi Nganjuk dalam pembangunan data", jelas Slambas.

Penambahan Bidang Statistik

Disampaikan Slambas, Diskominfo menyelenggarakan tiga urusan pemerintahan yakni komunikasi dan informatika, persandian, dan statistik.

"Tanggung jawabnya tiga urusan, namun hanya punya dua Bidang. Semoga usulan kami untuk menambah satu Bidang Statistik terwujud", jelasnya.

Dalam usulannya, Bidang Statistik mempunyai dua Seksi. "Bidang Statistik akan fokus pada pengelolaan data daerah. Ini kebutuhan mendesak", tambahnya.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Diskominfo bertindak sebagai Walidata Daerah. Bappeda menjadi Walidata Pendukung. Pembina Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten serta Dinas PUPR sebagai Pembina Data Geospasial.

Baca juga:
Buka Bimtek Metadata, Wabup Kang Marhaen Tekankan 3 Syarat Akurasi Data

0 Komentar