Serbuan Vaksinasi dan Kedisiplinan Warga Kerek Kota Bayu Menjadi PPKM Level 3

Polres Apresiasi Peran Masyarakat Wujudkan Kekebalan Kelompok

NGANJUK, PING – Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tanggal 17 hingga 23 Agustus 2021. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34/2021.

Kabupaten Nganjuk sendiri masuk pada PPKM Level 3. Turun dari status sebelumnya, PPKM Level 4. Ada berbagai program yang dilakukan guna mencegah penularan COVID-19 di Kota Bayu. Salah satunya adalah vaksinasi. Kemudian didukung kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Karena turunnya status itu, akhirnya penerapan aturan PPKM mengalami pelonggaran dari perpanjangan periode sebelumnya. Kami sampaikan apresiasi kepada masyarakat,” kata Kabag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto saat menjadi narasumber 105,3 RSAL FM, Kamis (19/08/2021).

Iptu Supriyanto mengatakan, vaksinasi gencar dilakukan di Kota Bayu. Termasuk pihaknya yang juga turut menggelar. Misalnya melalui program Serbuan Vaksin Merdeka dalam rangka Bhakti Bhayangkara untuk Negeri. Hal itu guna segera tercapainya kekebalan kelompok di Kabupaten Nganjuk.

“Kami turut masif melakukan vaksinasi. Termasuk dalam rangka upaya pencegahan COVID-19,” jelas Supriyanto sembari menyebut serbuan vaksin tersebut dilakukan di setiap desa di Kabupaten Nganjuk secara bertahap.

“Contohnya kemarin. Vaksinasi di tiga desa dan satu kelurahan. Setidaknya diikuti oleh 978 warga masyarakat yang terdiri dari pemuda usia produktif dan lansia. Kegiatan berjalan dengan lancar di bawah pantauan dari jajaran Polres Nganjuk dan TNI. Serta menerapkan prokes ketat,” tambahnya pada acara yang dipandu Asti Hanifa itu.

Selain itu, Supriyanto menyebut, upaya pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Nganjuk membutuhkan kedisiplinan di berbagai aspek. Terutama kehidupan sosial masyarakat.

Selain vaksinasi, PPKM saat ini dianggap sebagai upaya yang paling efektif untuk mencegah dan mengurangi angka penyebaran COVID-19. “Maka, aturan PPKM tersebut harus dipatuhi oleh masyarakat. Khususnya warga Kabupaten Nganjuk,” tambahnya sambil menyebut Polres Nganjuk siap menjadi garda terdepan dalam penegakan disiplin prokes oleh masyarakat.

Perlu diketahui, selain program vaksinasi dan penegakan kedisplinan prokes, Polres Nganjuk juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dan uang tunai kepada warga yang terdampak PPKM. Penerimanya adalah para Pedagang Kaki Lima (PKL), pengemudi ojek daring, warung-warung kecil, maupun masyarakat yang sedang isolasi mandiri (isoman). Termasuk memborong bendera merah putih dari pedagang bendera di sekitar Kota Nganjuk.

“Bapak Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Pratama memborong bendera merah putih, dengan tujuan membantu perekonomian mereka. Sehingga mampu bangkit dan bersama melawan COVID-19. Dan dalam rangka membangun semangat kebangsaan,” tukasnya. 

 

BACA JUGA: 

 

0 Komentar