Seluruh Korban Bencana Tanah Longsor Telah Ditemukan, Bupati Tutup Tahap Evakuasi

Siapkan untuk relokasi rumah, dan hunian sementara untuk pengungsi

Jum’at (19/02/2021) pagi, jenazah terakhir merupakan korban ke-19 yang meninggal dunia pada bencana tanah longsor di Dsn. Selopuro, Ngetos berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Tagana dan relawan. Selama 5 hari proses evakuasi, tim berhasil mengevakuasi 21 korban tertimbun longsoran tanah dengan 2 orang selamat dan 19 lainnya meninggal dunia. 

Letkol. Inf. Georgius Luky Ariesta, Komandan Kodim 0810/Nganjuk, selaku Komandan Posko Tanggap Darurat, menyampaikan bahwa korban ditemukan di Sektor A pada pukul 08.46 WIB. ‘’Hingga hari ini, jumlah korban yang meninggal sebanyak 19 orang dengan 2 orang yang selamat,’’ ungkap Dandim.

Sebanyak 533 personil dari 32 lembaga dan organisasi terlibat selama proses evakuasi. Setelah proses evakuasi jenazah yang terakhir, tim evakuasi ditarik kembali dan tim operator alat berat tetap menjalankan tugas untuk meratakan bekas pengerukan serta material yang rawan. 

Diberitakan juga, sampai saat ini 142 warga yang terdampak tanah longsor masih menempati lokasi pengungsian di SDN 3 Ngetos. Dipastikan bahwa seluruh warga yang terdampak masih akan dibantu oleh para relawan, baik untuk kesehatan, makan dan minum. Sampai saat ini, tim relawan dari bagian logistik masih menampung dan menginventarisir bantuan dari donator serta masyarakat. Bantuan ini akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. 

Mengingat penanganan bencana tidak hanya pada masa darurat bencana saja, bantuan akan terus dimaksimalkan hingga masa penanganan bencana berakhir. Seperti yang sudah diagendakan Pemerintah Pusat bersama dengan Pemerintah Daerah, seluruh warga yang terdampak akan di relokasi. 

Bupati menutup secara resmi proses evakuasi korban tanah longsor 

Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, MM di Posko Kecamatan Ngetos secara resmi menyatakan bahwa proses evakuasi di tutup. Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu selama proses evakuasi pada bencana tanah longsor yang melanda Dsn. Selopuro, Ngetos. Bupati juga memberikan arahan bahwa segera dibentuk tim pasca bencana serta tim khusus untuk relokasi rumah warga terdampak. 

Untuk pengungsi, akan dibuatkan hunian sementara selama proses relokasi rumah selesai. Menurut rencana akan ditempatkan di lahan perhutani Petok 184-A yang berlokasi 300-400 dari Candi Ngetos, yang lokasinya sangat baik, datar dan dekat jalan raya. 

0 Komentar