Rumah Pintar Pemilu Upaya KPUD Nganjuk Edukasi Kesadaran Politik Masyarakat

Upaya Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu

NGANJUK, PING-Untuk meningkatkan partisipasi dan menanamkan kesadaran masyarakat dalam berdemokrai, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nganjuk gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya dengan menjadi narasumber talkshow di 105,3 RSAL FM, Senin (10/05/2021).

Pada talkshow yang dipandu Asti Hanifah itu, KPUD Nganjuk menyosialisasikan peran Rumah Pintar Pemilu (RPP) Kendhalisada KPU Kabupaten Nganjuk sebagai sarana edukasi demokrasi, tujuannya agar menanamkan kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan SDM KPUD Kabupaten Nganjuk Kurrotul A’yun. A’yun menjelaskan bahwa di KPU mempunyai rumah pintar pemilu sebagai program pendidikan pemilih untuk masyarakat.

“Rumah pintar pemilu tersebut berupa perpustakan yang berfungsi sebagai pusat informasi maupun media yang diberikan kepada masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan partisapi masyarakat secara kuantitas maupun kualitas,” terangnya.


KPUD Kabupaten Nganjuk Sosialisasikan RPP Kendhalisada di acara 
talkshow 105,3 RSAL FM

Menurut A’yun secara kuantitas, animo masyarakat Nganjuk pada pemilu 2019 sudah mencapai 80 persen. Sementara untuk partisipasi secara kualitas masih perlu dilakukan edukasiz agar masyarakat dalam pemilihan umum berdasarkan hati nurani dan sebagai pemilih yang berintegritas.

“Untuk RPP sendiri sebagai sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu dan demokrasi,” ujarnya.

Lebih jauh A’yun menjelaskan bahwa di RPP juga diperkenalkan nilai-nilai dasar pemilu dan demokrasi atau disebut pra pemilih. Selain itu juga diberikan pemahaman terkait segmen pentingnya berdemokrasi. Hal ini diharapkan agar kesadaran masyarakat masyarakat dalam berdemokrasi.

Perlu diketahui, bahwa RKPP mempunyai empat ruang. Yang pertama adalah ruang audiovisual atau ministudio yang berisikan film dokumenter dan sejarah pemilu dari pemilu pertama tahun 1955 sampai pemilu tahun 2014.

“Kedua, ruang pamer atau ruang display yang digunakan untuk menyimpan data-data sejarah pemilu yang terjadi di Indonesia. Ketiga yaitu ruang edukasi tentang pentingnya pemilu dan demokrasi. Dan keempat yaitu ruang tahapan pemilu,” tutupnya. (Hs/Ys)

0 Komentar