Resmikan Jembatan Sendangbumen, Ini Harapan Kang Marhaen

Permudah Mobilitas dan Tingkatkan Perekonomian Warga

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA meresmikan jembatan di daerah Katogan, Desa Sendangbumen, Kecamatan Berbek, Senin (21/02/2022). Atas peresmian jembatan itu, Plt Bupati Kang Marhaen berharap dapat mempermudah mobilitas warga. Sekaligus meningkatkan dan menunjang kesejahteraan sosial masyarakat setempat.

Sebagai informasi, jembatan dengan panjang 16 meter dan lebar 5 meter tersebut diresmikan secara simbolis oleh Kang Marhaen dengan ditandai pengguntingan pita. Kemudian dilanjutkan dengan tumpengan sebagai wujud sedekah dan tolak balak bersama warga setempat.

Peresmian jembatan juga diikuti sejumlah tamu undangan. Antara lain Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, S.Sos, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Raditya Haria Yuangga, dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Drs. Gunawan Widagdo, M.Si.


Kedes Sendangbumen memberikan potongan tumpeng pertama kepada Kang Marhaen simbol peresmian jembatan

Kemudian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Drs. Abdul Wakid, M.Si, Camat Berbek Ardiansyah Winardi, S.STP, M.Si, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Berbek, kepala desa seluruh Kecamatan Berbek dan Pemerintah Desa Sendangbumen.

Dalam sambutannya Kang Marhaen mengatakan bahwa diresmikannya jembatan tersebut menjadi bukti hadirnya pemerintah daerah. Dalam hal ini adalah penyediaan infrastruktur bagi masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita resmikan jembatan di Desa Sendangbumen. Semoga dengan adanya jembatan ini mempermudah akses transportasi dan ekonomi warga. Sehingga kesejahteraan warga Desa Sendangbumen kembali meningkat,” tutur Plt Bupati Kang Marhaen.


Tumpengan, wujud syukur atas diresmikannya jembatan sebagai fasilitas warga Sendangbumen

Diakui Kang Marhaen, peresmian jembatan tersebut atas inisiasi kepala desa setempat. Hal itu guna masyarakat memiliki rasa memiliki. Sehingga usai peresmian jembatan, warga selalu menjaga dan memelihara dengan baik. “Kami apresiasi gagasan kepala desa,” lanjutnya.

Dijelaskan Kang Marhaen, saat ini masih banyak sarana dan prasarana (sarpras) di Kota Bayu yang masih rusak dan kurang layak pakai. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk tidak menutup mata. Pihaknya akan selalu menampung aspirasi dan usulan masyarakat terkait perbaikan sarpras tersebut. 

“Seperti jembatan Desa Sendangbumen hasil masukan kepala desa ini contohnya,” imbuh Kang Marhaen sambil menyebut jalan Dukuh Wono, Desa Sendangbumen sepanjang 500 meter memerlukan perbaikan dan telah diusulkan kepada Pemkab Nganjuk.

“Untuk itu, melalui kegiatan seperti ini, diharapkan menjadi ajang silaturahmi bersama pihak terkait. Seperti pemerintah daerah dengan pemerintah desa. Diskusi bersama, nyawiji mencari solusi untuk membangun Kabupaten Nganjuk,” pungkas Kang Marhaen.

Sebagai informasi, jembatan Sendangbumen tersebut rampung dikerjakan pada akhir tahun 2021 lalu. Menelan biaya Rp 3,3 miliar, jembatan tersebut dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun 2021. (Hs/Yos/Ys)

 

 

Baca Juga :

0 Komentar