Puskesmas Bagor Luncurkan Program Keris Trisula

Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi bagi Masyarakat dengan Tiga Strategi

NGANJUK, PING- Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang tidak bisa sembuh sempurna. Untuk itu, perlu dikelola dengan baik agar tidak terjadi komplikasi dan tetap hidup secara produktif. Hal tersebut sebagai upaya menghindari terjadinya komplikasi dan menurunkan angka kematian akibat hipertensi diperlukan penanganan hipertensi secara holistik.

Berdasarkan data pada tahun 2019, di Kecamatan Bagor menunjukkan bahwa cakupan terendah adalah penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur sebesar 20,66 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang melakukan pengobatan secara teratur di Kecamatan Bagor masih sangat rendah.

Sehubungan dengan hal itu, Puskesmas Bagor membuat strategi untuk menurunkan angka hipertensi di masyarakat. Upaya tersebut dengan cara meluncurkan program "Keris Trisula". Yaitu Kelola Resiko Hipertensi dengan Tiga Strategi Ula, yang merupakan kependekan dari ukur rutin tensi, lanjut minum obat secara rutin, dan ampuh dengan ramuan tradisional.

Launching dilaksanakan pada Senin (31/06/2021) pagi, bertepatan dengan apel pegawai di kantor Kecamatan Bagor. Pada apel yang dipimpin Camat Bagor Suwarno tersebut, Puskesmas Bagor mengenalkan Keris Trisula kepada seluruh sektor, untuk kemudian diteruskan dan sosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya mengetahui cara mencegah hipertensi dan menurunkan angka hipertensi.

(Tim Puskesmas Bagor mensosialisasikan ramuan tradisional sebagai obat untuk mencegah dan menurunkan angka hipertensi).

Mamik Endang Ekawati, SKM, MPH selaku Kepala Puskesmas Bagor menyampaikan bahwa program tersebut memiliki tujuan umum untuk meningkatkan cakupan penderita hipertensi yang berobat secara teratur di Kecamatan Bagor. Serta tujuan khusus untuk melakukan pengukuran tensi dan konseling secara rutin di posbindu PTM. 

Kemudian, melakukan penanganan hipertensi dengan pengobatan secara teratur ke puskesmas dengan melibatkan kader hipertensi dalam pengambilan obat, melakukan edukasi kepada keluarga penderita hipertensi untuk menanam dan memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang bisa dimanfaatkan sebagai terapi tambahan untuk menurunkan hipertensi, meningkatkan tingkat kemandirian keluarga melalui program perkesmas serta mengaktifkan puskesmas keliling yang mendukung posbindu PTM.

"Program Keris Trisula ini merupakan inovasi dari Puskesmas Bagor untuk menurunkan angka kematian akibat hipertensi dan agar masyarakat mengetahui tentang bahaya dari hipertensi serta cara pencegahan dan penanganannya," terang Endang kepada PING.

Sementara itu, Agung, Amd, KL selaku penanggung jawab UKM tim Puskesmas Bagor menyampaikan ada dua sasaran dari program tersebut. Pertama adalah masyakarat secara umum agar mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya hipertensi. Kedua adalah masyarakat yang sudah terkena hipertensi, agar mengetahui cara agar dapat menurunkan tekanan darahnya menjadi normal. Agung juga menyampaikan untuk selanjutnya pihak Puskesmas Bagor akan mensosialisasikan kepada dua desa terlebih dahulu untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat desa tentang pencegahan dan penanganan pasien hipertensi.

"Dengan adanya launching program ini bersama lintas program dan lintas sektor, kita dapat bersama-sama untuk memberikan informasi edukasi kepada masyarakat agar menerapkan kebiasaan mengukur tensi secara rutin, selanjutnya kita akan aplikasikan ke dua desa dulu," terang pria berkacamata ini.(yos/cy)

0 Komentar