Presentasi Ceting E Abah Kolel, Ini yang Disampaikan Kang Marhaen

Dalam Top 30 Kovablik Jatim 2021, Inovasi Pemdes Senjayan, Gondang

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA mempresentasikan Cegah Stunting Dengan Memanfaatkan Bank Sampah, Pekarangan dan Kolam Lele (Ceting E Abah Kolel) secara virtual, Rabu (06/10/2021). Presentasi itu dalam rangka Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2021.

Sebagai informasi, Ceting E Abah Kolel adalah salah satu inovasi unggulan Pemerintah Desa (Pemdes) Senjayan, Kecamatan Gondang. Inovasi tersebut di bidang pemanfaatan tanah pekarangan.


Kang Marhaen bersama Bidan Desa Senjayan, Agnes Sunarmi mepmpresentasikan inovasi Ceting E Abah Kolel

Dalam presentasinya Kang Marhaen mengatakan Ceting E Abah Kolel memanfaatkan tanah pekarangan untuk ditanami buah, sayur dan tanaman obat keluarga (toga). Selain itu, juga mengoptimalan bank sampah untuk mendukung ekonomi keluarga. Serta penyediaan kolam lele di setiap keluarga.

Atas inovasi tersebut, Pemdes Senjayan berhasil menggerakan masyarakat. Terutama untuk mencegah terjadinya stunting, atau kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tingi anak seusianya yang ada di wilayahnya.

"Kami ikut bangga dengan inovasi Pemdes Senjayan ini. Karena sudah terbukti inovasi ini mampu diimplementasikan dengan baik dan hasilnya luar biasa. Hal semacam inilah yang diperlukan untuk mendukung program-program pemerintah," terang Kang Marhaen, sapaan akrab Plt Bupati Nganjuk pada prsentasi yang dilakukan di Command Center Kabupaten Nganjuk tersebut.

Dijelaskan Kang Marhaen, pada tahun 2018 angka stunting di Desa Senjayan sebesar 24,13 persen. Melebihi standart yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia yakni 20 persen.

Namun pada tahun 2020, angka stunting di Desa Senjayan turun drastis. Hanya tinggal menyisakan menjadi 13,54 persen saja. "Alhamdulillah, tahun 2021 angka stunting 0 persen. Atau tidak ditemukan lagi kasus stunting di Desa Senjayan," lanjutnya.

Kesuksesan Ceting E Abah Kolel itu diharapkan bisa menjadi contoh, dan bisa diterapkan di desa-desa lain di Kota Bayu. Dengan harapan, Nganjuk terbebas dari stunting. "Ceting E Abah Kolel bisa menjadi contoh," harap Kang Marhaen.

Sebagai informasi, turut hadir dan mendampingi presentasi dan wawancara bersama Kang Marhaen, yakni Kepala Desa Senjanyan Sumardji. Kemydian dan Bidan Desa Senjayan, Agnes Sunarmi yang juga selaku Inovator Ceting E Abah Kolel. (Hs/Ys, Sumber: humaskabnganjuk)

 

Baca Juga :

0 Komentar