Permudah Layanan Kesehatan, Dinkes Nganjuk Integrasikan Aplikasi SMILE Dengan Data Kependudukan

Layanan kesehatan merupakan layanan dasar yang wajib diberikan pemerintah kepada setiap warga negara. Di tingkat daerah, penyelenggara layanan kesehatan dilakukan oleh Dinas Kesehatan serta fasilitas layanan kesehatan seperti RSUD dan Puskesmas.

Dinkes dan fasyankes dituntut mampu melakukan manajemen layanan yang profesional agar masyarakat puas dilayani. Kondisi ini membutuhkan pengelolaan yang tidak mudah. Faktor seperti jumlah penduduk yang besar dan beragam masalah kesehatan yang dialami menjadi persoalan tersendiri. Sementara, sumber daya kesehatan belum optimal. Keterbatasan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan, sarana prasarana kesehatan, masih dirasakan di Nganjuk.

Selain itu, persoalan tata kelola pelayanan juga menjadi kendala. Salah satunya, persoalan data pasien yang menjadi masalah dari tahun ke tahun. Persoalan data pasien yang tidak lengkap atau tidak valid berpotensi mengganggu proses layanan. Mulai dari saat pendaftaran, tindakan medis, hingga pelayanan obat serta pembiayaan dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

SMILE (Sistem Manajemen Informasi dan Pelaporan Elektronik Puskesmas)

Untuk memudahkan masyarakat dan petugas layanan kesehatan, Dinkes sebagai penanggung jawab layanan kesehatan di Nganjuk, telah menggunakan teknologi informasi berupa software Sistem Manajemen Informasi dan Pelaporan Elektronik Puskesmas yang dikenal dengan nama SMILE di Nganjuk.

Aplikasi SMILE dibuat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kualitas data informasi manajemen kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi.

Beragam fitur disajikan pada SMILE. Salah satu fitur yang memberikan kenyamanan pada masyarakat adalah pendaftaran online. Dengan fitur yang akan dikembangkan kedepan ini, masyarakat yang hendak ke Puskesmas, dapat mendaftar dari rumah menggunakan ponsel atau komputer yang terhubung internet. Ini akan menghemat waktu dan tenaga bagi masyarakat.

Selain itu, fitur lain yang tersedia di SMILE berguna bagi petugas Puskesmas antara lain manajemen pelayanan, laporan, farmasi, dan laboratorium. 

(Daftar online. Tampilan aplikasi SMILE yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk)

Kepala Dinas Kesehatan melalui Kasubbag Perencanaan Program dan Evaluasi, Sri Rejeki, menuturkan aplikasi SMILE ini sangat mudah dioperasikan sehingga puskesmas terbantu.

Sri menceritakan sebelum ada SMILE, petugas Puskesmas harus menginput data secara manual bahkan bisa beberapa kali input manual di tiap proses layanan. "Ini kurang efektif karena harus kerja dua kali", tuturnya.

Tahapan Aplikasi ini tidak gampang, ada proses tes dari BPJS. Jadi setiap Kota/Kabupaten yang ingin mengajukan kerjasama dengan BPJS harus melalui beberapa tahapan termasuk tes untuk aplikasi SMILE dan itu harus lolos untuk mendapatkan cons ID untuk bisa bekerjasama.

Integrasi Data Kependudukan

Identitas pasien yang lengkap dan valid mutlak dibutuhkan dalam layanan Puskesmas. Kendalanya, saat mengentri data penduduk pasien, petugas membutuhkan waktu yang lama. Masalah ini telah dipecahkan dengan hadirnya aplikasi SMILE.

Namun, kendala data penduduk masih terjadi, mengingat database kependudukan yang ada di aplikasi SMILE belum realtime dengan data terkini yang ada di Sistem Manajemen Informasi Kependudukan (SIMDUK). Perubahan data kependudukan di SIMDUK yang demikian dinamis belum diikuti pembaruannya di SMILE.

Kondisi ini, menuntut dilakukan integrasi realtime diantara SMILE dan SIMDUK. Hal ini menjadi sorotan dalam diskusi membahas SMILE antara Dinas Kesehatan dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Rabu (20/1/2021).

Kasubag Program dan Evaluasi Dinkes, Sri Rejeki menuturkan perlunya integrasi SMILE dengan SIMDUK. "Sebagai langkah mengatasi validitas data yang digunakan dalam aplikasi SMILE, dalam hal ini data yang digunakan adalah data kependudukan. Karena selama ini data kependudukan yang di gunakan dalam aplikasi tersebut merujuk pada data kependudukan tahun 2018", terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Pengembangan Pengelolaan Data dan Aplikasi Diskominfo, Fancy Hermawan menuturkan pihaknya tidak mengalami kendala teknis yang berarti untuk integrasi. "Secara teknis, dibutuhkan aplikasi penghubungan atau API yang bisa dibuat", ungkap pria yang gemar bersepeda itu sembari menambahkan kesiapan Diskominfo untuk integrasi SMILE dan SIMDUK.

Wawan menambahkan, Diskominfo berpengalaman mengintegrasi data kependudukan dengan aplikasi lain. Tahun 2020 lalu, Diskominfo memfasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa membuat aplikasi layanan masyarakat desa, SEDUDO, yang terintegrasi dengan data kependudukan.

(Manfaat. Ilustrasi manfaat aplikasi SMILE yang dikelola Dinkes)


Baca juga:

Rekomendasi

judul.

0 Komentar