Peringati Hari Posyandu, TP PKK Lakukan Modernisasi Posyandu

TP PKK Kabupaten Nganjuk Ikuti Peringatan Hari Posyandu dengan Seminar Daring

NGANJUK, PING-Setiap tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Posyandu. Berkenaan dengan itu, Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan seminar daring bertema ‘Modernisasi Posyandu’ dan ‘Launching Logo Posyandu’, Kamis (29/04/2021). Kegiatan tersebut bertujuan guna meningkatkan pembinaan serta dukungan lintas sektor dengan citra baru Posyandu masa kini. Sehingga dapat menumbuhkan motivasi masyarakat untuk memanfaatkan layanan di posyandu secara optimal.

Di Kota Bayu, kegiatan diikuti oleh Yuli selaku perwakilan Pokja 4 TP PKK Kabupaten Nganjuk. Yuli mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Hj Yuni Rahma Hidhayat, SE yang mengikuti seminar daring tersebut dari Ruang Command Center Kabupaten Nganjuk. 

Seminar daring tersebut dibuka oleh Menteri Kesehatan (Menke) Budi Gunadi Sadikin. Ia menjelaskan bahwa posyandu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). UKBM menjadi potensi yang berperan dan berfungsi mendukung penyelenggaraan upaya peningkatan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa maupun kelurahan.

“Sesuai Permendagri 18/2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Lembaga Adat Desa, menyatakan bahwa posyandu merupakan salah satu jenis LKD yang mewadahi partisipasi masyarakat. Sebagai mitra pemerintah desa yang ikut dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan. Serta meningkatan kesejahteraan keluarga dan kualitas sumber daya manusia yang membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat desa,” ungkapnya.

Menkes Budi mengatakan, tujuan seminar kali ini yakni membangkitkan kembali peran posyandu sekarang dan masa yang akan datang tetap menjadi UKBM sekaligus LKD. Sehingga dapat bergerak menjadi mitra potensial dalam pembangunan di desa dan kelurahan.

“Juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dan kelompok masyarakat mengenai keberadaan posyandu sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan nasional, serta berperan mencegah stunting, COVID-19 dan peningkatan layanan KIA-KB,” lanjutnya.

Menkes berharap, modernisasi posyandu dalam percepatan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat akan semakin baik ke depannya. Serta dapat menambah wawasan bagi masyarakat untuk mendorong posyandu aktif dan meningkatkan capaian program prioritas. “Dalam peningkatan pelayanan kesehatan dasar di posyandu dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting di Indonesia dapat berkurang,” tutup Menkes.

Menanggapi seminar tersebut, Yuli mengatakan bahwa posyandu di Kota Bayu sendiri sudah banyak mengalami modernisasi. Terbukti dari banyaknya sektor yang ikut membantu dan bekerjasama, salah satunya upaya pencegahan stunting. “Sehingga langkah ke depan dalam peningkatan pembinaan dan memanfaatkan layanan posyandu ada progress yang terlihat,” katanya mewakili Mbak Yuni. (Cy/Cs))

0 Komentar