judul

Adakan Sosialisasi di Nganjuk untuk Optimalisasi Pemanfaatan E-Marketplace bagi UMKM

NGANJUK, PING-Seiring perkembangan teknologi, proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah ikut mengalami perubahan. Ditambah, saat ini dituntut untuk bersih, tansparan, dan akuntabel. Untuk itu, saat ini Pemprov Jatim telah memiliki layanan bernama Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo), yang dapat dimanfaatkan bagi instansi perangkat daerah di lingkup Pemprov Jatim.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Nganjuk melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa mengadakan sosialisasi di Ruang PKK Kabupaten Nganjuk, Rabu (07/04/2021). Sosialisasi itu dalam rangka menyebarluaskan informasi terkait pemanfaatan pengadaan barang maupun jasa melalui aplikasi e-Marketplace Jatim Bejo bagi perangkat daerah dan penyedia. 

Kegiatan itu diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Nganjuk. Termasuk 50 penyedia lokal. Sedangkan narasumbernya adalah Nanda Pratama Sukoco dari Biro Pengadaan Barang Jasa Setda Provinsi Jatim. Serta perwakilan dari aplikasi Mbiz.

Dalam paparannya Nanda menyampaikan Jatim Bejo merupakan internalisasi yang terintegrasi terhadap perubahan budaya kerja menuju digitalisasi proses pengadaan barang dan jasa, dengan cara optimalisasi pemanfaatan e-marketplace dalam bentuk toko daring bagi para pengguna jasa maupun penyedia. Selain itu, Jatim Bejo juga salah satu upaya peningkatan peran serta UMKM. Serta langkah transparansi dan akuntabilitas dalam rangka pengadaan barang maupun jasa.

“Jadi, pengadaan yang bersifat kantor akan dilakukan secara online melalui marketplace. Bekerjasama dengan Pemprov Jatim untuk menyediakan lokal maupun OPD. Kemudian dari dinas kepada penyedia, cukup online melalui aplikasi saja. Salah satu contohnya pengadaan makanan dan minuman maupun alat tulis kantor yang bisa dilakukan online,” tutur Nanda.

Sementara itu, Pejabat Pengadaan Fungsional ULP Pemkab Nganjuk, Hendra Dwi Setiawan menjelaskan, usai sosialisasi tersebut pihaknya akan mengirim surat edaran bagi OPD. Dalam rangka pelaksanaan penyediaan barang dan jasa, melalui Jatim Bejo. “Agar segera ditindaklanjuti pengadaan melalui Jatim Bejo,” ungkap Hendra yang ikut mendampingi kegiatan selama dua hari itu. (Nr/Ae)

0 Komentar