Pemkab Nganjuk Gelar Malam Anugerah Tata Kelola Keuangan Desa 2019

Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk dan Instansi terkait menggelar Malam Anugerah Tata Kelola Keuangan Desa. Malam anugerah Tata Kelola Keuangan Desa, merupakan salah satu program kompetisi yang dilakukan Antar Pemerintah Desa se Kabupaten Nganjuk, bertempat di Gedung Wanita, Rabu 18 September 2019.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos.,M.M., beserta Wakil Bupati Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi,S.E, S.H, M.H, MBA., bersama jajaran Forkompimda, Sekretaris Daerah Ir. Agoes Soebagijo, Seluruh Kepala OPD, Camat Se- Kabupaten Nganjuk, Seluruh Kepala Desa dan tokoh masyarakat, mulai dengan pembacaan do’a dan dilanjutkan dengan suguhan tari Gambyong.

Dalam sambutannya Bupati Nganjuk mengatakan “Kabupaten Nganjuk satu satunya Kabupaten yang memberi penghargaan kepada pengelolaan keuangan desa, ini bentuk keseriusan pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan di bidang perencanaan, penganggaran, pelaksanan, dan pelaporan, “ Ujarnya.

“Kegiatan ini adalah bentuk trust atau kepercayaan akuntabilitas, terhadap pengelolaan keuangan desa, sehingga bisa menepis isu – isu yang tidak benar“. tegas Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk.

Lebih lanjut Mas Novi menjelaskan menurut hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah Nganjuk cuma ada 20 Desa, 10 Desa masuk penilaian Pratama dan 10 Desa untuk penilaian Madya sedangkan yang Utama belum ada Dari 264 Desa di 20 Kecamatan se Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk berharap bagi desa yang belum mendapat penghargaan harus berusaha, agar di tahun depan bisa mendapat penghargaan. Karena bagi yang mendapat penghargaan akan mendapat BKK keuangan bertahap.

Desa yang masuk kategori Pratama mendapat bantuan anggaran Rp. 75 Juta untuk kategori Madya Rp. 100 juta dan kategori Utama Rp. 350 juta, ini tidak termasuk 60 unit mobil siaga desa yang dianggarkan secara bertahap untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara Inspektur Daerah Kabupaten Nganjuk Drs. Lishandoyo, M.Si menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pemerintah desa dalam melakukan pengelolaan, keuangan pemerintah Desa, Komitmen pemda, dalam pengelolaan dana desa secara bersih, transparan dan profesional, dengan 6 indikator (perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, ketatausahaan, pelaporan dan pertanggung jawaban)

“Ide ini dicetuskan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, untuk melakukan pemerikasan terhadap keuangan Desa, mendapat perintah tersebut dirinya mengundang Bappeda, BPKAD dan Dinas PMD, untuk menyusun parameter penilaian seperti yang dilakukan BPK, hingga pelaporan dari 264 Desa disaring menjadi  20 Desa yang memenuhi syarat dalam kategori Pratama dan Madya, “ tambah Inspektur Daerah Kabupaten Nganjuk Lishandoyo. (Hs-Ys/Diskominfo)                                                             

0 Komentar