judul

Pelaksanaan Harus Terapkan Protokol Kesehatan

NGANJUK, PING-Bulan Ramadan 1442 Hijriyah atau 2021 masehi masih berlangsung di tengah pandemi COVID-19. Karena kasus sudah melandai, maka Pemkab Nganjuk memperbolehkan pelaksanaan ibadaah berjamaah di masjid. Termasuk salat Tarawih. 

Meski diperbolehkan, namun pelaksanaannya harus memenuhi sejumlah aturan. Misalnya pembatasan jamaah maksimal 50 persen kapasitas masjid. Kemudian, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Sekda Kabupaten Nganjuk Drs. Mokhamad Yasin, M.Si menegaskan pemkab tidak melaran pelaksanaan salah Tarawih dan ibadah lainnya. Namun, takmir masjid harus menerapkan prokes. Jamaah juga harus bermasker. Tidak hanya itu, jamaah juga harus membawa hand sanitizer, dan berjarak saat beribadah. “Jarak antar jamaah minimal satu meter. Dengan cara demikian, potensi penularan COVID-19 bisa dicegah. Ibadahnya dapat, sehatnya juga dapat,” kata Yasin sambil berharap masyarakat dapat menaatinya.

Aturan tersebut nampaknya diterapkan betul oleh takmir masjid. Seperti yang terlihat di Masjid Agung Baitussalam, Kota Nganjuk. Penerapan prokes di sana relatif berjalan. Puluhan jamaah yang mengikuti salat Ashar kompak memakai masker. Jamaah juga melaksanakan salat dengan mengambil jarak yang relatif lebar.

Sekda Yasin melanjutkan, jika pelaksanaan salat di perkotaan sudah relatif tertib. Namun, di pedesaan masih ada sebagian yang belum disiplin secara penuh. Untuk itu, Yasin berharap semua lapisan masyarakat bisa menerapkan prokes secara disiplin. “Penerapan prokes ini demi kebaikan bersama,” tandasnya. (hs,ys)

 

Sumber : Radar Nganjuk

0 Komentar