judul

Cegah masalah ganti rugi tanah, Pemkab minta tim apprasial yang profesional

NGANJUK, PING-Nganjuk mendapat Proyek Strategis Nasional berupa pembangunan jalan tol Nganjuk - Kediri. Proyek yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, tengah dikebut realisasinya. Sosialisasi pengadaan tanah jalan tol digelar Pemkab bersama perusahaan pembangun jalan tol.

“Panjang jalan tol Nganjuk – Kediri yang direncanakan ini nanti totalnya 20,75 Km, dengan estimasi kebutuhan lahan di Kabupaten Nganjuk sekitar 190 Ha. Ada tiga wilayah kecamatan yang dilewati jalan tol. Yaitu Sukomoro, Tanjunganom dan Prambon. Direncanakan pada tahun 2023 sudah siap diresmikan,” jelas Mas Novi sapaan akrab Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, saat sosialisasi di Pendopo Pemkab Nganjuk pada Kamis (25/03/2021), yang diikuti Forkopimda, perwakilan PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK), Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Ditjen Bina Marga Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Satker Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah 1 Kementerian PUPR, Forpimcam dan Kepala Desa di Sukomoro, Tanjunganom dan Prambon yang wilayahnya akan dilewati proyek jalan tol Nganjuk – Kediri. 

 (Mas Novi memberikan arahan kepada peserta sosialisasi di Pendopo Pemkab Nganjuk)

Mas Novi menyampaikan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dengan seluruh stakeholder terkait pembangunan jalan tol tersebut. Baik dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan maupun seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional itu.

Orang nomor satu di Pemkab Nganjuk itu juga menyampaikan pentingnya sinkronisasi antara pelaksana pembangunan dengan pemda terkait pembebasan lahan. Hal itu agar tidak mengulang polemik ganti rugi tanah seperti di proyek Bendungan Semantok.

“Berkaca dari pengalaman Bendungan Semantok terkait penunjukan tim appraisal, kami berharap PT JNK menggandeng tim appraisal yang profesional dan berpengalaman. Harapannya nanti, dalam pelaksanaannya tim appraisal harus berkoordinasi dengan pemerintah baik kabupaten, kecamatan dan desa terkait ganti untung nilai lahan,” tegas Bupati muda itu.

Mas Novi juga meminta agar camat dan kades terkait benar-benar memahami progres yang akan dilaksanakan dalam pembebasan lahan. Untuk itu, Mas Novi mengimbau agar tidak terjadi transaksi dari luar, terlebih usai sosialisasi tersebut berlangsung. “Saya tekankan, setelah sosialisasi ini dimulai, tidak boleh ada lagi jual beli tanah. Dan harus di-stop. Apabila masih ditemukan ada jual beli tanah di lokasi-lokasi tersebut, saya sendiri yang akan memberikan sanksi,” tandas Mas Novi. 

 (Peserta sosialisasi memperhatikan dengan seksama arahan dari Bupati Nganjuk)

Perlu diketahui, pembangunan jalan tol ruas Nganjuk – Kediri merupakan salah satu implementasi dari arah kebijakan utama pembangunan nasional dalam rangka percepatan pengembangan kawasan strategis dan percepatan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi wilayah melalui peningkatan aksesibilitas dan kapasitas jaringan jalan. Sehingga diharapkan meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi, dan menyediakan akses pasar regional maupun internasional.

Tujuan lain dari pembangunan jalan tol ruas Nganjuk – Kediri antara lain guna membangun infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat perekonomian di Jawa Timur bagian selatan. Kemudian, membangun akses menuju bandara yang akan dibangun di Kabupaten Kediri. Serta menunjang rencana pengembangan kompleks hunian terintegrasi layaknya Transit Oriented Development (TOD). 

Pembangunan ruas jalan tol Nganjuk – Kediri sendiri direncanakan dimulai pada akhir tahun 2021. Sehingga diharapkan pada saat proses pembangunan dimulai, pembebasan lahan telah rampung. Adapun lahan yang akan dibangun jalan tol Nganjuk – Kediri di Kabupaten Nganjuk berada tiga wilayah kecamatan, yaitu Sukomoro, Tanjunganom dan Prambon. (AL/AD)

Berikut wilayah administrasi jalan tol Nganjuk – Kediri yang berada di Kabupaten Nganjuk:

  1. Kecamatan Sukomoro

- Desa Nglundo (pintu masuk tol)

- Desa Kedungsuko

  1. Kecamatan Tanjunganom

- Desa Banjaranyar

- Desa Ngadirejo

- Desa Wates

- Desa Sumberkepuh

- Desa Sambirejo

  1. Kecamatan Prambon

- Desa Rowoharjo

- Desa Sugihwaras

- Desa Sanggrahan

- Desa Tanjungtani

- Desa Baleturi

- Desa Tegaron

- Desa Singkalanyar

- Desa Mojoagung

- Desa Gondanglegi

- Desa Watudandang

Baca juga:

0 Komentar