Pemkab Akan Sinkronkan Data PMI dan WNA

Cegah Timbulnya Persoalan Sekaligus Antisipasi Lonjakan COVID-19

NGANJUK, PING-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Drs. Mokhamad Yasin, M.Si mengatakan Pemkab Nganjuk akan melakukan sinkronisasi data terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang ada di Kota Bayu. Hal itu disampaikan Sekda Yasin usai mengikuti rapat evaluasi PPKM Mikro secara virtual di Command Center Nganjuk, Rabu (03/06/2021).

Dijelaskan Sekda Yasin, Pemkab Nganjuk akan segera melakukan sinkronisasi data dari Dinas Ketenagakerjaan Jawa Timur dengan Disnakerkop UM Kabupaten Nganjuk, maupun OPD lainnya. Hal itu sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memimpin evaluasi PPKM Mikro secara virtual. “Karena berkaitan dengan kepulangan PMI maupun masuknya WNA ke Indonesia. Dengan demikian, data pekerja migrant maupun WNI di semua instansi akan sama. Dengan kata lain tidak ada perbedaan yang menimbulkan persoalan sendiri,” tutur Sekda Yasin.


Forkopimda dan Pimpinan OPD terkait ikuti 
evaluasi PPKM Mikro secara virtual dari Command Center Nganjuk

Sebagai informasi, turut mengikuti evaluasi PPKM Mikro secara virtual, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah dari Surabaya secara virtual.

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah mengatakan kepulangan Pekerja Migran Indonesia maupun masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Tanah Air harus menjadi perhatian. Apalagi saat pandemi COVID-19 seperti saat ini. Mantan Menteri Sosial tersebut menyebutkan perbedaan data yang dimiliki beberapa instansi. Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta agar data tersebut dapat sinkron pada semua lini, dan pemerintah daerah ikut melakukan pemantauan harian. Sekaligus antisipasi atas dampak libur Lebaran beberapa waktu lalu di masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Terkait pekerja migrant, kami harapkan tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19. Dan kami minta kewaspadaan masing-masing daerah yang warganya baru pulang dari berbagai negara. Antisipasi mobilitas mereka, dan kemungkinan bertambahnya Tingkat Pengangguran Terbuka atau PTT,” ujar gubernur wanita pertama Jatim tersebut.

Dijelaskan Khofifah, pelaksanaan PPKM Mikro tetap dijaga. Agar penjagaan di lini terbawah tetap terkontrol. Hal itu penting dalam rangka mencegah kembali melonjaknya angka kasus positif Corona yang saat ini sudah terjaga dengan baik. “Tentunya kita semua berdoa agar pandemi COVID-19 ini segera selesai dan kondisi kembali normal,” lanjutnya. (Hs/Ys, foto:humaskabnganjuk)

0 Komentar