Pastikan BPNT Tepat Sasaran, Direktorat Penanganan Fakir Miskin Kemensos Lakukan Monev di Nganjuk

Kementerian Sosial RI bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, lakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Nganjuk.

Monev yang dilaksanakan pada hari Rabu (25/11/2020), di Aula Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Nganjuk ini didampingi oleh Kepala Seksi Pendampingan Dit PFM Wilayah III Isbi Nur Aini, MPSi, Kepala Dinas Sosial dan PPA Nganjuk Nafhan Tohawi, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur serta Koordinator Kabupaten BPNT Muzaki.

Monev pendamping TKSK ini bertujuan untuk memastikan bahwa program BPNT yang sudah berjalan ini sesuai dengan harapan, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah dan tepat administrasi untuk menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Sehingga nantinya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mengalami perubahan sosial secara berkelanjutan.

Baca juga:
Bupati Nganjuk Perintahkan Pelabelan Seluruh Rumah Penerima PKH, Bila Menolak Diminta Mundur

Kepala Dinas Sosial dan PPA Nganjuk Nafhan Tohawi, mengatakan, bahwa monev pendamping BPNT ini untuk meninjau kesiapan E-Warong pada beberapa kecamatan yang menjadi sampling di Kabupaten Nganjuk bisa berjalan lebih baik kedepannya.

“Hal ini, untuk mengetahui keadaan pelaksanaan penyaluran BPNT yang sebenarnya di lapangan, mengetahui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, bertemu dan berkomunikasi langsung dengan KPM dan bisa melihat langsung proses penyaluran BPNT, “ tambahnya. 

Kepala Dinas Sosial dan PPA Nafhan Tohawi berharap dengan adanya evaluasi ini bansos bisa terseleksi dengan baik, sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tepat sasaran dan tidak ada keluhan dari masyarakat atas pendataan dari pemerintah. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pendampingan Dit PFM Wilayah III  Isbi Nur Aini, MPSi, menyampaikan bahwa program bantuan sosial pangan ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan serta upaya pemerintah dalam mengoptimalkan individu dan kelompok untuk merubah ke arah perilaku KPM hidup mandiri guna meningkatkan kesejahteraan sosialnya.

Untuk diketahui, bahwa program ini merupakan Program Pemerintah Pusat yang diberikan secara langsung kepada masyarakat miskin (Keluarga Penerima Mamfaat/ KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik (kartu KKS) yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan (beras dan telur) di Pedagang bahan pangan E-Warong yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah.

“Penyaluran bantuan sosial yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa beras, telur, dan bahan pokok lainnya yang senilai Rp 200.000,-. Dimana mekanisme pengambilannya melalui E-Warong sebagai salah satu Agen Bank untuk penyaluran BPNT, “ tegasnya.

Baca juga:
Di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkab Nganjuk Terus Intensifkan bantuan PKH


Kepala Seksi Pendampingan Dit PFM Wilayah III  Isbi Nur Aini berharap kepada Pendampiing BPNT, dan jajaran Dinas Sosial dan Stakeholder yang tergabung dalam Tim Koordinasi dapat bekerja sama dan sungguh-sungguh lagi dalam pelaksanaanya di lapangan sehingga diharapakan program ini dari tahun ke tahun jumlah penerimanya bisa berkurang yang pada akhirnya target yang dicanangkan pemerintah pusat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta menurunkan angka kemiskinan khususnya di Kabupaten Nganjuk dapat kita wujudkan. (Hs/Ys)

0 Komentar