judul

Menjadi Wakil Jawa Timur dan Masuk Tujuh Besar Nasional dalam Ajang yang Digelar BPOM

NGANJUK, PING-Pasar Wage Baru menjadi salah satu nominator dalam Lomba Pasar Aman dari Bahan Berbahaya Tahun 2020 tingkat nasional yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasar terbesar di Kota Bayu itu menjadi wakil Jatim. Bahkan, masuk dalam tujuh nominator di tingkat nasional.

Rencananya, penilaian lapangan berlangsung pada bulan April 2021. Sebagai persiapannya, Pemkab Nganjuk menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) di ruang rapat Sekda Kabupaten Nganjuk, Senin (29/03/2021). Rakor diikuti berbagai pihak. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Pemerintah Kecamatan Nganjuk.

Kepada PING Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Dra. Rr. Heni Rochtanti, MM berujar saat ini yang dibutuhkan adalah peran serta dan dukungan pihak terkait guna menyukseskan penilaian lapangan. Terutama untuk mendukung lokasi, dan sarana prasarana yang harus terpenuhi. Apalagi fokus utama dalam penilaian adalah bahan makanan dan minuman yang tersedia di dalam pasar apakah sehat atau tidak.

“Jadi Makanan dan minuman itu harus sehat. Aman terjaga dari bahan berbahaya zat kimia maupun bahan lain yang bisa membahayakan manusia,” katanya sambil menyebut pihaknya telah melakukan monitoring pada Juli dan November 2020 dalam rangka memastikan bahan-bahan yang dijual aman untuk dikonsumsi dan bebas dari bahan berbahaya.

“Pasar Wage juga pernah mendapat juara dua Tertib Ukur tingkat kabupaten. Kemudian juara dua Pasar Sehat tingkat kabupaten. Dan kita juga telah mengadakan Sekolah Pasar dengan studi banding di Pasar Tanggul dan Beringharjo, Kota Yogyakarta bersama pengelola maupun pedagang pasar. Dan Pasar Wage juga dinobatkan sebagai Pasar Tangguh Semeru oleh Polres Ngajuk,” imbuh Heni.

Camat Nganjuk, Hari Moektiono Menyampaikan Beberapa Masukan dan Usulan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Jelang Penilian Lapangan Lomba Pasar Aman dari Bahan Berbahaya Tahun 2020 di Ruang Rapat Sekda Nganjuk, Senin (29/03/2021).

Sementara itu, belajar dari Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk yang telah berhasil meraih juara dua  Lomba Pangan Aman Nasional, Camat Nganjuk Hari Moektiono, S.STP, M.Si menyampaikan beberapa masukan dan usulan. Antara lain, kiat pasar sehat dan aman. Kemudian, kesadaran masyarakat maupun pedagang. Serta peran kader penggerak dalam menyukseskan lomba tersebut.

“Kita membentuk 50 komunitas tim atau kader pangan untuk memberikan sosialisasi dan motivasi. Dengan adanya komunitas tim atau kader, terbentuk deklarasi komitmen bersama tentang pangan aman di masyarakat. Mungkin dalam lomba pasar aman ini nantinya bisa dibentuk serupa dengan melibatkan masyarakat/pedagang pasar,” paparnya berbagi pengalaman saat menjadi Lurah Mangundikaran saat lomba Pangan Aman tingkat nasional berlangsung di wilayahnya.

Selanjutnya, untuk memantau kondisi makanan dan minuman yang tersedia maupun dijual di sana, Hari mengusulkan agar disperindag membuat pos-pos di setiap zona pasar. “Pos-pos ini nantinya bertugas sebagai pengawas untuk melihat kondisi bahan kandungan makanan sehat aman dan tidak untuk dikonsumsi,” tambahnya.

Sementara itu,  I Ketut Wijayadi, S.ST selaku Kasi Kesehatan Lingkungan Dinskes Kabupaten Nganjuk menyampaikan beberapa kriteria dalam lomba tersebut.

Pertama, adanya dukungan pemerintah daerah atau lembaga dalam penyelenggaran program Pasar Aman dari bahan Berbahaya. Misalnya, ada surat keputusan (SK), atau Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur hal tersebut. Kedua, implementasi protokol kesehatan, pasar disiapkan agar aman bagi pengunjung dan pedagang pasar itu sendiri.

Ketiga, hasil monitoring dan evaluasi (monev), sampling komoditas yang dijual secara berkala. Keempat, hasil survey pasar berupa sarana prasarana, kebersihan pasar dan perilaku pedagang pasar. Kelima, temuan atas pelanggaran yang terjadi segera di tindak lanjuti oleh pengelola pasar atau pihak terkait. Dan yang keeman adalah kemandirian. Yaitu terdapat kemandirian pasar dalam upaya penerapan atau perbaikan program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.

“Dari Keenam penilaian ini memiliki bobot penilaian masing-masing. Tiga yang paling dominan adalah hasil monev sampling, hasil survey pasar, temuan dan tindak lanjut," kata pria yang akrab disapa Ikrom ini. (Zak/Yos)

Baca Juga :

Pasar Wage Nganjuk Nominator Tujuh Besar Nasional

0 Komentar