Para Pekerja Sosial Dinsos Nganjuk Berikan Bantuan Kepada Anak Yatim

Respon cepat atas informasi yang muncul dari media sosial

Berangkat dari informasi yang muncul di facebook, tentang keberadaan seorang bayi yang merupakan anak yatim yang lahir dari keluarga tidak mampu, Senin (18/01/2021) Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk melihat secara langsung sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga tidak mampu yang tinggal di RT 003 RW 001 Kelurahan Kauman, Nganjuk.

Ulwa Wafiatul Wahyu Humaira, bayi perempuan berusia 3 bulan ini manjadi anak yatim setelah ayahnya meninggal. Kini bayi yang akrab dipanggil Ulwa ini dirawat oleh ibunya yang bernama Wartini, dan saudara ibunya, dirumah sangat sederhana di Jl. Gubernur Suryo I No. 25 Nganjuk. “Sekarang ini masih dalam masa 40 hari kematian Ayahnya Ulwa dan memang keluarga ini secara ekonomi kurang mampu,” ungkap Arif Mahatma, Ketua RT setempat.

Angga Kuswardana, S.Sos, dari Satuan Bhakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak dari Kementerian Sosial mengatakan bahwa sudah manjadi tanggung jawab kami untuk segera memberikan penanganan dengan cepat. “Sesaat setelah kami mendapatkan informasi dari Diskominfo, kami langsung turun kelapangan untuk melakukan crosscheck. Dan setelah melihat secara langsung kebenarannya, sekarang inilah kami bergerak untuk memberikan bantuan,” ungkap Angga.

Sore itu, dibawah rintik hujan rombongan dari Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk yang terdiri dari Forum Panti Asuhan Kabupaten Nganjuk (Forpangan), Pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Lurah Kauman memberikan bantuan kepada Ambarwati dan anaknya. Bantuan yang diberikan berupa sembako, keperluan bayi serta susu formula.

Angga menambahkan bahwa bantuan akan terus mengalir karena masih banyak organisasi-organisasi sosial yang peduli terhadap nasib bayi tersebut. Seperti Forum Panti Asuhan Kabupaten Nganjuk yang sudah bekerjasama dengan organisasi atau yayasan yang peduli terhadap anak yatim, akan memberikan bantuan baik untuk kesehatan maupun pendidikan anak yatim itu sendiri. “Kami juga akan mengupayakan bantuan melalui Pak Nafhan Tohawi, SH, MH (Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nganjuk, red) untuk bisa berkoordinasi dengan pihak yang berwenang agar mereka juga mendapatkan bantuan rehap rumah, karena memang seperti yang kita ketahui bersama rumah mereka sangat tidak layak huni” pungkasnya. (Han)

0 Komentar