Nganjuk Sabet Dua Penghargaan Sekaligus dalam STBM Award 2021

Apresiasi Kementrian Kesehatan dalam Rangka HCTPS Seluruh Dunia

NGANJUK, PING-Kabupaten Nganjuk berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan kepada kabupaten atau kota yang telah menerapankan lima pilar STMB.

Dua penghargaan tersebut, pertama, untuk kategori Sanitarian Terbaik yang berhasil diraih Puskesmas Gondang. Kemudian untuk kategori Natural Leader, diraih oleh Suyanto, kader Dusun Seloguno, Desa Perning, Kecamatan Jatikalen. 

Penyerahan penghargaan berlangsung secara virtual. Di Kota Bayu, diikuti dari Command Center Kabupaten Nganjuk, Jumat (15/10/2021). Beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menyimak penyerahan penghargaan tersebut. Seperti Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Drs Mokhamad Yasin, M.Si. Kemudian  Asisten Administrasi Umum Pemkab Nganjuk yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, Dra Heni Rochtanti, MM. Serta, jajaran perangkat daerah terkait.

 

 

Atas raihan penghargaan tersebut, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Nganjuk Dra RR Heni Rochtanti mengucapkan apresiasinya. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi. Terutama dalam rangka menjaga lima pilar STBM di Kabupaten Nganjuk. “Ini adalah buah kerja keras bersama. Semoga lima pilar STBM di Nganjuk terus terjaga, dan masyarakat Nganjuk semakin sehat,” tutur Heni.

Sebagai informasi, STBM Award merupakan ajang yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pelaksanaannya dalam rangka peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) seluruh dunia. Sedangkan tema yang diusung adalah ‘Mari Beraksi bersama Membuat Cuci Tangan Pakai Sabun Nyata bagi Semua’.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Habuwono, Sp.PD-KEMD, PhD. Turut mengisi acara, Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Kartini Rstandi.

Kartini mengatakan, penghargaan diberikan bagi 68 kabupaten atau kota yang telah melakukan percepatan stop buang air besar sembarangan (BABS). Penghargaan juga diberikan bagi 30 sanitarian. Kemudian, 30 kepala desa atau kelurahan. “Penghargaan juga diberikan kepada 30 natural leader terbaik yang telah berperan dalam percepatan BABS,” tambahnya.

 

Baca Juga:

0 Komentar