Mungkinkah mengelola sampah bernilai tambah?

Sampah  yang umumnya dinilai tak bermanfaat sebenarnya dapat diolah menjadi barang bernilai tambah, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Nganjuk melalui Kasie Pengelolaan Sampah, Sumadi saat menjadi narasumber talkshow RSAL fm menyatakan aktivitas pengelolaan sampah dinilai dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sehingga penting untuk diberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada warga agar mampu mengolah sampah dengan baik dan benar 

"Penting bagi warga untuk mengetahui bahwa sebenarnya pengelolaan sampah yang benar seperti memisahkan sampah ekonomis dan organik agar bisa mendatangkan pendapatan ," ungkap Sumadi.

Ditambahkan pengelolaan sampah dapat memberikan nilai tambah ekonomi antara lain telah dirasakan oleh masyarakat kelurahan Kartoharjo Kab. Nganjuk dan Desa Perak Kec. Bagor setiap harinya mereka mengumpulkan sampah yang berasal dari lingkungan sekitar mereka ke bank sampah yang tersedia.

Selanjutnya, warga setempat mengolah sampah plastik yang terkumpul menjadi bijih plastik yang kemudian dijual ke pabrik-pabrik sekitar,ada juga plastik yang didaur ulang menjadi produk bernilai estetika,sementara limbah organik rumah tangga dimanfaatkan untuk pupuk organik.

Ditambahkan setiap bijih plastik saat ini harganya mencapai Rp. 8.700 per kg cukup bernilai ekonomi untuk menambah pendapatan keluarga
  
Sebagai kompensasi, setiap bulan pun kumpulan sampah yang dikumpulkan dan tercatat dalam "Buku Tabungan Bank Sampah" milik masing-masing warga dijumlahkan untuk diberikan kompensasi yang sesuai. (Ast)

0 Komentar