Merasa Kecanduan Media Sosial? Awas Terkena Oversharing

Begini Cara Mengatasi Ketergantungan Medsos

JAKARTA, PING-Media sosial (medsos) merupakan wadah untuk saling bertukar informasi. Saat ini, setiap individu meiliki hak untuk memanfaatkannya sesuai keinginan. Sayangnya, mengunggah segala konten tanpa memilahnya atau Oversharing dapat menjadi kecanduan. 

Oversharing merupakan perilaku pengguna medsos yang membagikan konten secara berlebihan dan terus menerus. Perilaku ini perlu diperhatikan lebih lanjut, karena dapat menimbulkan bahaya. Ironisnya, sebagian besar orang yang melakukan Oversharing justru tidak menyadari bahwa mereka telah melakukannya. 

Padahal, tidak semua orang yang terkoneksi dengan akun media sosial kamu adalah teman. Kamu bisa menemukan orang-orang yang sama sekali asing dan belum pernah kamu temui sebelumnya. Bermodal satu hobi atau kesamaan, kamu dan orang asing itu bisa terhubung lewat internet dan dunia maya.

Mengapa Oversharing berbahaya ? Oversharing sebagai bentuk dampak kecanduan media sosial tentu harus diwaspadai. Karena ini akan menunjukkan bahwa kamu sudah mengumbar kehidupan pribadi secara tak langsung pada orang-orang yang bahkan tidak kamu kenal dengan baik. Inilah yang kemudian memicu tindak kriminal. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa tindak kejahatan tertinggi berasal dari interaksi yang terjadi lewat media sosial. Selain itu, perilaku Oversharing terkadang bisa disebabkan oleh perasaan Fear Of  Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan. Melihat orang lain melakukan sesuatu tanpa kamu bisa memberikan kesan bahwa hidup orang lain jauh lebih baik daripada kehidupan kamu. 

Misalnya, bila kamu sering melihat foto liburan atau gaya hidup teman yang nampak mewah dan menyenangkan. Kamu mungkin tergoda untuk membagikan foto-foto kamu juga agar terlihat menarik atau dikagumi oleh teman-teman kamu. FOMO diketahui memiliki peranan besar pada Oversharing dan seringkali memberikan efek merugikan yang lebih besar pada kesehatan mental, yaitu ketidakpuasan yang ekstrem. 

Bila kamu tidak menerima jumlah likes atau komentar seperti yang kamu harapkan, kamu bisa merasa kecewa, stres atau bahkan berpikir bahwa kamu tidak disukai oleh teman-temanmu. Itulah mengapa Oversharing sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan. 

Oversharing juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan mental. Karena mengumbar kehidupan di sosial media bisa menjadi cara untuk memuaskan diri sendiri dengan mendapatkan perhatian dari orang-orang yang berpikiran sama yang mendorong kamu untuk menikmati perilaku tidak sehat.

Dikutip dari akun Instagram resmi Kementrian Komunikasi dan Informatika (@Kemenkom), ada beberapa efek berbahaya Oversharing. Seperti konten dapat dimanfaatkan oleh orang jahat untuk mengetahui perilaku kita. Kemudian, konten dapat digunakan untuk menipu seseorang.

Agar terhindar dari Oversharing, beberapa tips berikut patut untuk dicoba, seperti memisahkan antara akun pribadi dan profesional untuk membatasi konten yang disebarkan. Kemudian memilah kembali secara bijak informasi yang ingin kita bagikan di media sosial. Selanjutnya, mencari tahu yang terjadi apabila kita mencari diri kita dalam mesin pencarian. Dan terakhir, hapus konten kita yang di anggap memberikan informasi atau citra negatif pada pencarian. (El/And)

Sumber: Kemenkom, Halodoc.

0 Komentar