Menko PMK Pastikan Akan Memberikan Perhatian Kepada Semua Warga Yang Terdampak Bencana Tanah Longsor

Sangat mendukung rencana Pemkab Nganjuk untuk relokasi korban

Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Selasa (16/02/2021) ikut meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Selopuro Kecamatan Ngetos, Nganjuk. Bersama Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dalam kesempatannya bertatap muka dengan Jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk, Menko PMK menyampaikan atas nama pemerintah pusat turut berbelasungkawa atas musibah tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk. Beliau juga menyampaikan salam dari Presiden Jokowi, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah (Pemprov Jawa Timur dan Pemkab Nganjuk) akan memberikan perhatian kepada semua warga yang terdampak bencana tanah longsor.

Dr. Muhajir juga menegaskan kepada pemerintah Kabupaten Nganjuk, setelah masa tanggap darurat harap segera menetapkan tanggap rehabilitasi dan rekonstruksi. “Apa yang telah disampaikan Pak Bupati pada laporannya akan saya perhatikan, dan sebagai tugas saya selaku Menko, akan kami tindaklanjuti dan koordinasikan bersama kementrian dan lembaga terkait,” ungkap Menko PKM dihadapan Danrem, Forkopimda dan tim gabungan Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor.

Sebelumnya, dalam laporannya Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, MM., menyampaikan bahwa akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Ngetos ini, 10 rumah rusak dan 21 orang dinyatakan hilang. “Sampai sejauh ini, dari 21 orang yang dinyatakan hilang, 14 orang sudah berhasil ditemukan dengan 2 orang selamat dan 12 orang meninggal dunia, sehingga masih 7 orang yang harus segera dieavakuasi,” ungkap Mas Novi, yang selama tanggap darurat bencana ini menetap di wilayah bencana. 54 KK yang terdiri dari 184 jiwa, menurutnya akan direlokasi di Desa Ngetos yang mana saat ini masih menjadi lahan milik Perhutani.

Dalam masa tanggap rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya, menurut Menko PMK akan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional serta Kementrian PUPR. “Untuk itu saya minta Bupati untuk sesegera mungkin membuat laporan kepada saya, sehingga bisa segera kami koordinasikan dengan kementrian dan lembaga terkait,” pesannya. Menko PMK juga sangat mendukung tentang rencana relokasi, dan berharap kepada semua warga yang nantinya akan direlokasi agar bisa menerima dengan lapang dada. Beliau meyakinkan bahwa dalam rencana relokasi nantinya, untuk pembangunannya pemerintah pusat akan membantu. Selama dalam masa pengungsian, warga yang terdampak akan mendapatkan bantuan dari BNPB, dan diharapkan akan disediakan hunian sementara. Menko PMK tidak ingin para pengungsi akan terlunta-lunta dalam dalam kondisi tidak baik.

Terakhir, Menko PKM juga berpesan agar masyarakat bisa terus menjaga kesehatan. “Saya tidak ingin bencana ini menjadi berat karena menambah cluster covid, dan mohon semua yang berkunjung untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kementrian Sosial juga memberikan bantuan secara langsung kepada para korban serta masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor. (hari)

0 Komentar