Mengenal SEDUDO, Satu Aplikasi Untuk Banyak Solusi di Desa

Ada fitur layanan administrasi masyarakat. Juga bisa bantu Kades deteksi kinerja perangkat desa.

Mengetahui kemajuan dan kekurangan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa sehingga bisa segera memperbaiki. Itu salah satu kegunaan aplikasi Sistem Elektronik Terpadu Desa Online disingkat SEDUDO. Aplikasi pemerintahan desa hasil kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk.

Selain itu, SEDUDO digunakan untuk memproses layanan administrasi masyarakat. Warga mengajukan surat keterangan atau lainnya melalui ponsel atau laptop dan mengambil ke kantor desa jika surat sudah ditandatangani. Jika tidak bisa mengurus online, warga mendatangi kantor desa dan perangkat desa cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemohon, maka identitas lengkap pemohon dengan sendirinya terisi. Petugas perangkat desa tak perlu capek mengetik karena SEDUDO sudah terhubung dengan sistem data kependudukan.

(Fitur-fitur dalam aplikasi SEDUDO)


Belum Ada Ukuran Keberhasilan Desa

"Kita belum mempunyai indikator standar keberhasilan pemerintahan desa", ungkap Slamet Basuki, Kepala Diskominfo Nganjuk, menjelaskan latar belakang dibuat aplikasi SEDUDO, Senin (30/11/2020). Mantan Kabid Pemerintahan dan Kesra Bappeda itu mengatakan, indikator yang ada berupa Indeks Desa Membangun (IDM) dari Kementerian Desa PDTT lebih condong mengukur keberhasilan sosial, ekonomi, dan lingkungan desa.

Pria yang akrab dipanggil Slambas itu menegaskan perlunya indikator kinerja Pemerintah Desa (Pemdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan lembaga kemasyarakatan desa lainnya seperti PKK, LPM, RT, RW, Karang Taruna. "SEDUDO ini bisa mengukur proses dan hasil kerja Pemdes, BPD, dan lembaga desa lainnya", terang mantan Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan Bapemaspemdes 2012-2016.

(Grafis monitoring kinerja desa di aplikasi SEDUDO)


"Misalnya, kewajiban Sekdes mengisi buku administrasi desa, maka Kades dengan aplikasi SEDUDO bisa mengetahui setiap bulan apakah Sekdes mengisi atau tidak. Jika tidak, Kades bisa mengingatkan", terang Slambas. Dia mencontohkan, mengisi buku administrasi itu merupakan proses kerja seorang perangkat desa. Hasil kerjanya adalah terwujudnya tertib administrasi desa. 

Cepat Diketahui, Cepat Diperbaiki

SEDUDO mengukur proses dan hasil kerja lembaga desa setiap tiga bulan atau triwulan dan di akhir tahun. Pengukuran triwulan diperlukan agar Kepala Desa cepat mengetahui keberhasilan atau kekurangan tugasnya.

Di aplikasi SEDUDO, setiap perangkat desa, BPD, PKK, LPM, RT, RW, Karang Taruna melaporkan proses dan hasil kerja setiap tiga bulan. "Dengan begini, Kades bisa cepat mengetahui siapa yang bekerja, lalu yang kurang bagus kerjanya, cepat bisa dibina agar lebih baik", terang mantan Sekretaris Kecamatan Bagor 2009-2012 ini.

(Indikator penilaian kinerja desa di aplikasi SEDUDO)


Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengukur kinerja desa melalui Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPP Desa) dan Evaluasi Tingkat Perkembangan Desa atau dikenal lomba desa. "Benar ada lomba desa untuk mengukur kinerja desa. Tapi, itu mengukur kinerja tahun sebelumnya, bukan tahun berjalan. Padahal, Kades juga butuh menilai kinerja perangkat bulan-bulan berjalan, agar mudah mengarahkan, membina atau menegur jika kurang", papar Slambas, seraya memberi istilah "nasi sudah menjadi bubur" terkait penilaian kinerja dengan model lomba desa. "Harus ada sistem untuk deteksi cepat kelebihan dan kekurangan kinerja desa", tambah mantan Sekretaris Kecamatan Baron 2007-2009 ini.

Mudahkan Program Bina Desa dan Audit Desa Berbasis Resiko

Sejak diundangkan UU 6 Tahun 2014 tentang Desa pada 15 Januari 2014, Desa telah menjadi magnet yang menarik perhatian umum. Guyuran Dana Desa yang besar, kesejahteraan aparatur desa, kinerja pemerintahan desa menjadi beberapa isu yang sering dibahas. 

UU Desa memberi amanat kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk membina desa agar lebih baik. Di tingkat Kabupaten, pembinaan desa dilaksanakan oleh Dinas PMD dan Kecamatan. Kedua perangkat daerah itu, memiliki sejumlah program dan kegiatan pembinaan desa yang dibiayai APBD.

(Jenis layanan administrasi online di aplikasi SEDUDO)


"Dengan aplikasi SEDUDO, Dinas PMD dan Camat akan mengetahui secara akurat, Desa mana saja yang sudah berkinerja dan mana yang belum", ungkap Slambas. Di SEDUDO terdapat dashboard grafik yang menampilkan jumlah dan persentase Desa dengan kinerja Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang, dan Sangat Kurang.

"Misalnya, Desa A skor bidang pemerintahan kurang, itu akan diketahui kekurangan di aspek administrasi, akuntabilitas, keterbukaan informasi, pelayanan publik", terang Slambas. "Dengan mengetahui Desa mana dan lemah di aspek apa, maka Camat dan Dinas PMD langsung bergerak membenahi bagian yang kurang itu. Jadi tajam fokus pembinaannya. Lebih efektif output kegiatan pembinaan desa", tambahnya.

Slambas menambahkan aplikasi SEDUDO dapat digunakan oleh Inspektorat untuk mengefektifkan audit desa. "Ini bisa sebagai bahan audit berbasis resiko pada desa. Kerja Inspektorat akan lebih mudah", terangnya.

Kapan SEDUDO digunakan? "Aplikasi sudah selesai dibuat. Kami akan koordinasi Dinas PMD dan Aspemkesra untuk tindak lanjut implementasi. Idealnya per Januari 2021 sudah diterapkan", harapnya.

3 Komentar

huda

semoga kami dapat menggunakan Aplikasi dengan benar dan baik.... mohon petunjuk selanjutnya

Ninik Nuraini

Lanjut Boss

Imam

Semoga cepet terealisasi,,, dn bermanfaat yg luar biasa bg desa,