Mengedepankan Pertanian Berbasis Teknologi, Bupati Nganjuk Kembangkan Pertanian 4.0

Dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk menerapkan pertanian 4.0 di Kabupaten Nganjuk, H.Novi Rahman Hidhayat, S.Sos., MM., di dukung secara penuh oleh kementrian Pertanian (Kementan), dukungan tersebut di sampaikan secara langsung oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP.,  saat menerima Bupati Novi di Kantor Pusat Kementan , Jakarta,Rabu (14/8/2019)

 “Untuk mengimplementasikan smart farming 4.0 di Kabupaten Nganjuk Pak Menteri sangat mendukung rencana kami. Bahkan Pak Menteri Amran  berkenan hadir dalam peresmian September nanti”.Terang Mas Novi

Sebagai bentuk dukungan, Kementan akan memberikan bantuan berupa bantuan benih unggul, traktor, mesin dryer, serta pendampingan teknologi.

“Pak Menteri Amran  memastikan program ini akan dikawal dengan baik oleh jajaran Kementan di level bawah,” Ujar Mas Novi

“Kami juga sampaikan ke Pak Menteri bahwa kami akan membangun resi gudang. Pemda yang mengelola dan akan mengakomodir hasil pertaninan di Nganjuk. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga dan menjaga kualitas dari produksi itu sendiri,” tambahnya

Bupati Nganjuk juga ingin mengajak para petani di Kabupaten Nganjuk untuk berubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern

“Saya selalu kampanyekan dan memberi contoh kepada petani penerapan pertanian tradisional akan semakin sulit karena buruh tani berkurang dan biayanya juga semakin mahal. Sehingga akhirnya petani juga sudah mulai berpikir bahwa dengan pertanian modern memungkinkan mereka untuk menggarap lahan lebih luas dengan biaya lebih murah,” jelas Novi. 

Sebagai proyek percontohan, Pemkab Nganjuk akan menyiapkan lahan pertanian 500 hektare. Melalui proyek percontohan ini, perlahan petani wilayah Nganjuk berubah dari tradisional menjadi modern. 

Lebih lanjut Bupati Novi mengatakan, pihaknya mendorong implementasi pertanian 4.0 di Nganjuk dengan mengedepankan pertanian berbasis teknologi. Harapannya, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian.

Saat berdialog dengan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara, Jakarta,6 Agustus 2019 lalu, presiden jokowi meminta pemda mengarahkan para petani untuk tidak lagi mengolah lahan secara manual

Presiden mengungkapkan, Kementan sudah menyalurkan berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, eksavator, dan bulldozer untuk daerah-daerah yang memiliki lahan-lahan luas.
 

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dalam 4,5 tahun terakhir pemerintah telah melaksanakan pengadaan alsintan dalam jumlah besar dan menetapkan visi mekanisasi pertanian modern

upaya mekanisasi ini untuk mempercepat cara kerja petani, menggugah anak muda kembali ke pertanian, dan meningkatkan produksi pangan kita secara luar biasa.

“Pada 2014 level mekanisasi pertanian hanya 0,14. Sedangkan pada 2018 kemarin meningkat signifikan menjadi 1,68”. tambahnya (hs,ys/diskominfo)

0 Komentar