Membanggakan, SMAN 1 Nganjuk Juara Paduan Suara Tingkat Nasional

Dalam Ajang Gita Pramawisesa Virtual Choir Festival Unesa 2021

NGANJUK, PING-Di tengah pandemi COVID-19, SMAN 1 Nganjuk terus mengukir prestasi. Sekolah berjuluk Smasa itu berhasil menjadi juara pertama paduan suara tingkat nasional bertajuk Gita Pramawisesa Virtual Choir Festival Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dalam ajang itu, Smasa diwakili oleh ekstra kurikuler paduan suara, Bina Olah Vokal (Biola) Smasa. Sesuai namanya, lomba diakan secara virtual akibat pandemi COVID-19. Walaupun begitu Biola Smasa tetap mempersembahkan penampilan mereka secara maksimal.

Dalam festival tersebut, Biola Smasa membawakan lagu daerah yang berasal dari Banyuwangi berjudul Uga-Uga dengan aransemen dari Budi Susanto Yohanes. Penampilan yang apik dan mengesankan akhirnya membawa Biola Smasa berhasil mendapatkan juara untuk kategori Folklore dan juga mendapatkan juara favorit.

(Kepala Sekolah, pembina, dan perwakilan siswa dari Biola Smasa saat ditemui Reporter PING di SMAN 1 Nganjuk)

Aries Christiawan, S.Pd, selaku pembina Biola Smasa menerangkan bahwa latihan untuk mempersiapkan kompetisi ini sudah dilakukan sejak Oktober 2020. “Februari kita kirimkan hasil rekaman kita. Berarti empat bulan sejak awal persiapan,” ungkapnya saat ditemui reporter PING di SMA Negeri 1 Nganjuk, Senin (15/03/2021).

Biola Smasa memberlakukan latihan mandiri kepada anggota-anggotanya. Dikarenakan pada masa pandemi siswa-siswa dilarang untuk ke sekolah. Aries menambahkan dirinya sudah memberikan kepercayaan kepada anak-anak didiknya dapat melakukan latihan secara mandiri dengan maksimal. “Tiap kelompok suara sopran, alto, tenor, dan bass melakukan latihan sendiri. Namun pada hari-hari tertentu mereka mengirimkan rekaman suaranya untuk dipadukan dan melakukan evaluasi. Kita juga berkonsultasi dengan expert paduan suara sebagai pertimbangan,” lanjut Aries.

Aries juga menambahkan bahwa anak-anak didiknya sangat bersemangat dalam latihan. “Saya sampai menelfon mereka karena latihan di rumah temannya sampai larut malam. Namanya anak-anak kalau ada yang kurang pasti diulik sampai ketemu yang pas bagaimana,” tambahnya sambil menyebut anak didiknya berlatih hingga lupa waktu.

Aries pun berharap dapat mengajak anak-anak didiknya untuk ke level yang lebih tinggi. “Incaran saya kan sebenarnya dapat mengikuti Bali International Choir Festival. Kapan bisa mengajak anak-anak berlaga di event international seperti itu. Walaupun tidak mendapat juara, at least mereka tahu seberapa kemampuannya. Tapi tetap pengalamannya yang terpenting,” imbuh penggagas Nganjuk Bayu Carnival tersebut.

Jeanetta Farazia Wahidati selaku Ketua Biola Smasa mengaku bahwa teman-temannya saling pengertian dan saling mengingatkan satu sama lain saat latihan agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan harapan bersama. Hal yang sama juga dikatakan ketua harian Biola Smasa, Yohanes Silaban. Ia menerangkan bahwa untuk melakukan perekaman video mereka menggunakan kamera dan untuk audio mereka hanya menggunakan recorder dari handphone.

“Karena memang audionya tidak boleh dimixing jadi kami melakukan recording audio hanya dengan menggunakan handphone. Namun perlu diperhatikan posisi handphone tidak terlalu dekat dengan sumber suara untuk menghindari clipping atau audionya pecah. Untuk ruangan pun harus yang memiliki peredam suara agar hasil rekaman audionya tidak menggema,” tukas Yohanes.

Keberhasilan Biola Smasa tersebut tak lepas dari dukungan penuh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Nganjuk, Drs. Mochamad Asob, M.Pd. Asob mengungkapkan kebahagiannya atas keberhasilan Biola Smasa meraih juara pada Gita Pramawisesa Virtual Choir Festival yang digelar Unesa tersebut. “Saya berharap anak-anak tetap menjunjung nama baik SMA Negeri 1 Nganjuk dan jangan surut, tetap dipertahankan prestasinya,” pungkasnya sambil memberi semangat bagi anak didiknya. (Bay/Aeh)

Baca Juga:

0 Komentar