Mega Proyek Waduk Raksasa Semantok Rampung Tahun 2021

Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos.,M.M., meninjau progres pembangunan mega proyek Bendungan Semantok di Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang pembangunannya dimulai Oktober tahun lalu.

Mega proyek pembuatan Waduk Semantok ini merupakan mega proyek nasional yang langsung diperintahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.

Bendungan Semantok diproyeksikan bisa mengatasi masalah kekeringan di wilayah Nganjuk utara, dan mereduksi banjir yang melanda wilayah Rejoso saat musim hujan tiap tahunnya, serta dapat meningkatkan taraf ekonomi warga.

Mas Novi naik motor trail bersama Wakil Bupati Nganjuk Kang Marhaen, para pejabat Forkopimda Nganjuk, dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Nganjuk datang ke lokasi proyek dengan mengendarai motor trail.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas  Ir. Saroni Soegiarto, ME menyampaikan bahwa pembangunan Bendungan Semantok merupakan salah satu upaya dari pengembangan tata ruang di Kabupaten Nganjuk. Bendungan Semantok selain menyokong pengairan pertanian nantinya juga bisa untuk dijadikan destinasi wisata baru di Kabupaten Nganjuk.

Di tempat yang sama, Mas Novi berharap, Bendungan Semantok yang ditargetkan tuntas pada tahun 2021 itu mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Nganjuk. Tidak hanya di sektor pertanian, sektor pariwisata tetapi juga pembangkit listrik.

“Semantok akan menjadi pusat wisata andalan baru, bisa dinikmati turis dari dalam dan luar kota, bahkan mancanegara. Yang penting lagi, bisa mengangkat perekonomian warga di sekitarnya,” ujar Mas Novi.

Menurut data BBWS, proyek nasional Bendungan Semantok dibagi dalam 2 paket.

Paket 1 dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai Rp 909.722.003.000. Sedangkan paket II dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai Rp 840.202.382.000. Total megaproyek ini menelan biaya sekitar Rp 1,8 triliun, yang bersumber dari APBN.

Bendungan dibangun di atas lahan 700 hektare, dan akan memiliki kapasitas tampung sekitar 32 juta meter kubik. Diharapkan mampu mengairi lahan seluas 1.554 hektare serta menghasilkan listrik sebesar 1,01 megawatt. (Hs-Ys/Diskominfo)

0 Komentar