Masyarakat Tak Perlu Ragu Vaksinasi, Vaksin COVID-19 AMAN

Vaksin COVID-19 Telah Melalui Serangkaian Pengujian Ketat di Sejumlah Negara Termasuk Indonesia

Vaksinasi COVID-19 segera dimulai. Guru Besar  Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. dr Cissy Kartasasmita, Sp. A(K), M,Sc berpesan agar masyarakat tidak perlu ragu untuk divaksin karena vaksin COVID-19 telah melalui serangkaian pengujian ketat di sejumlah negara termasuk Indonesia. Aspek khasiat, mutu & keamanan menjadi hal yang utama, selain itu juga aspek kehalalan dari MUI. “Mutu dan keamanan vaksin COVID-19 tidak perlu diragukan lagi karena sudah melalui fase uji klinik 1 dan 2. Saat nanti Badan POM mengeluarkan izin penggunaan darurat berdasarkan evaluasi dari analisa interim uji klinik 3 di Brazil, Turki dan Indonesia, maka terjamin 3 aspek penting: aman, bermutu dan berkhasiat. Selanjutnya, aspek kehalalannya sudah dijamin MUI”, tegasnya. 

Terkait dengan efikasi vaksin, Prof. Cissy merujuk pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa vaksin dengan efikasi di atas 50% dapat digunakan oleh masyarakat luas. “Jika vaksin A memiliki efikasi 70% dan vaksin B memiliki efikasi 90%, bukan berarti vaksin B lebih baik dari vaksin A. Dengan efikasi yang tinggi, maka cakupan rasio vaksinasi bisa dilakukan tidak terlalu tinggi. Tapi kalau efikiasinya tidak terlalu tinggi, maka cakupan vaksinasinya harus lebih besar. Tapi bukan berarti yang satu lebih baik dari yang lain. Selama efikasi di atas 50% sesuai rekomendasi WHO, dan Badan POM sudah mengeluarkan izin penggunaan, maka saya tegaskan vaksin tersebut aman untuk digunakan”, tambahnya.

Berdasarkan hasil uji klinik, efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin COVID-19 sangatlah ringan dan mudah diatasi. Biasanya akan hilang dalam satu atau dua hari pasca vaksinasi. Oleh karenanya masyarakat tidak perlu khawatir bahkan takut terhadap vaksinasi. Dengan vaksinasi kita  tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi keluarga dan sesama. Prof. Cissy juga menuturkan bahwa untuk efek samping atau yang biasa disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), sesuai hasil uji klinik yang telah dilakukan, sangat jarang ditemukan dan bersifat ringan, serta mudah diatasi. “KIPI itu ada yang ringan seperti merah atau bengkak di tempat penyuntikan atau demam. Namun itu akan hilang satu dua hari sesudahnya. Maka dari itu, setiap orang yang baru selesai disuntik harus menunggu 30 menit untuk diobservasi”, imbuhnya. 

Namun tetap dengan adanya vaksinasi tak boleh membuat kita abai, tetap disiplin terapkan protokol kesehatan 3M yakni Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan pakai sabun.

 

(Sumber: Kementerian Kesehatan RI)

0 Komentar