Manfaat Besar Pembangunan Bendungan Margopatut

Rencana pemerintah membangun Bendungan Margopatut mulai tahun 2020 memiliki beberapa tujuan. Selain berfungsi untuk waduk penampung air nantinya bendungan Margopatut juga difungsikan sebagai pembangkit tenaga listrik (PLTA) dan obyek wisata.

Wakil Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E, S.H, M.H, MBA., pada Minggu 6 Oktober 2019 mengatakan, pembangunan waduk atau bendungan Margopatut menyusul dari pembangunan Bendungan Semantok, yang saat ini sudah berjalan di wilayah Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Kecamatan Rejoso.

Bendungan Semantok berada di wilayah utara Kabupaten Nganjuk, yang dibiayai oleh APBN sekitar Rp 1,9 triliun. Maka, Bendungan Margopatut disiapkan untuk wilayah selatan, dan diperkirakan akan menyerap APBN hingga Rp 1,8 triliun.

Menurut Kang Marhaen, panggilan Wakil Bupati Nganjuk, anggaran waduk dan bendungan Margopatut cukup besar karena adanya fungsi lain sebagai PLTA.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos,M.M, juga sudah mengatakan, bahwa pembangunan Bendungan di Desa Margopatut dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah selatan Kabupaten Nganjuk.

Setidaknya, kebutuhan air untuk persawahan di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Sawahan, Kecamatan Berbek, dan Kecamatan Ngetos bisa dicukupi oleh air waduk dan bendungan di Margopatut.

Di samping itu, menurut Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk, waduk dan bendungan Margopatut juga untuk menanggulangi terjadinya musibah banjir yang sering terjadi saat musim penghujan di wilayah kaki pegunungan Wilis tersebut.

Dengan kata lain, ada tiga manfaat besar Bendungan Margopatut antara lain untuk mengantisipasi terjadinya banjir, pembangkit listrik tenaga air, serta untuk mendukung usaha sektor pertanian dan wisata.(Hs-Ys/Diskominfo)

0 Komentar