Lindungi Konsumen, Disperindag Ingatkan Pentingnya Tera atau Tera Ulang

Berpesan kepada Para Pelaku Usaha untuk Lakukan Pengukuran Sesuai Standar

NGANJUK, PING-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk berupaya melindungi para konsumen di Kota Bayu. Caranya, dengan mendorong para pengusaha agar melakukan pengukuran yang sesuai standar. Untuk itu, Disperindag mengadakan sosialisasi tera atau tera ulang, yang menyasar pada 25 orang pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan 10 orang pengusaha jasa ekspedisi yang ada di Kabupaten Nganjuk, Kamis (17/06/2021).

Sosialisasi dibuka oleh Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko, S.Pd, M.Si. Mantan Camat Lengkong ini berkata, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Bidang Metrologi Disperindag Kabupaten Nganjuk. Tujuannya, untuk penyebarluasan informasi, khususnya bagi para pengusaha, agar tertib melakukan tera maupun tera ulang.

"Juga untuk melindungi konsumen, ketika membeli atau menggunakan jasa rekan-rekan sekalian ini, bisa sesuai standar. Kami berharap, pesan ini bisa diteruskan kepada rekan atau saudara sekalian. Dan bagi membutuhkan tera atau tera ulang, kami siap melayani," tuturnya tentang acara yang berlangsung di aula Disperindag Kabupaten Nganjuk itu.

(Penyampaian materi kepada peserta oleh narasumber dari UPT Perlindungan Konsumen-Kediri)

Sebagai informasi, pada sosialisasi itu, Disperindag Kabupaten Nganjuk turut mengundang Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Boma Wira Gumilar, SH, MH sebagai narasumber. Perwakilan Korps Adhyaksa tersebut mengingatkan bahwa ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), yang di dalamnya terdapat sanksi bagi pelaku usaha jika menjual barang, produk atau jasa yang tidak layak, maka akan terancam hukuman paling lama lima tahun. Atau denda paling banyak Rp 2 miliar, sesuai dengan pasal 62 ayat 1 UUPK.

"Saya apresiasi sekali tingkat kesadaran bapak ibu peserta yang telah tertib tera ukur bagi usahanya. Dan saya harap, tidak ada yang terlibat dalam praktik kecurangan, atau pelanggaran UUPK ini. Karena konsekuensinya adalah berhadapan dengan hukum," pungkas Boma.

Selain dari Kejari Nganjuk, pada kesempatan yang sama, Disperindag turut mengundang narasumber lain. Seperti Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Gondo Hariyono, M.Si. Kemudian, Dany Eko P, selaku perwakilan Polres Nganjuk. Dan, Luky sebagai perwakilan UPT Perlindungan Konsumen dari Kediri. Turut hadir, Kabid Metrologi Disperindag Kabupaten Nganjuk Fitriary Ratih Fuspito, SE, M.Si.

Para peserta terlihat antusias menyimak paparan materi dari para narasumber. Mereka nampak serius mendengar dan memperhatikan setiap materi, dari awal hingga usai acara. Hal itu tidak lain karena sosialisasi tersebut, sangat penting berkenaan dengan usaha yang dijalankan para peserta. Apalagi berkaitan dengan standar ukur, tera maupun tera ulang yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen.(yos/cy)

 

Baca Juga :

0 Komentar