judul

Ingatkan akan Risiko Terjadinya Bencana di Sekitar Zona Merah

NGANJUK, PING-Dalam melaksanakan fungsi pengawasan khususnya program maupun kegiatan sosial serta penanganan bencana di Jatim, Komisi E DPRD Jatim berksempatan melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Ngetos, pada Kamis (25/03/2021). Kunjungan itu dipimpin oleh Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hj. Wara S. Renny Pramana, SE dengan diikuti sejumlah anggota komisi lainnya. Termasuk diikuti oleh BPBD Jatim.

Rombongan Komisi E DPRD Jatim tiba di Pendopo Kecamatan Ngetos sekitar pukul 10.00. Mereka disambut Camat Ngetos, Bambang Harianto, S.Sos, M.Si. Setiba di sana, rombongan menyerahkan cindera mata berupa sarung tangan dan hand sanitizer, yang diterima oleh Camat Bambang.

Bambang lantas menjelaskan kondisi wilayahnya yang saat ini masuk pada zona merah rawan bencana. Zona merah yang dimaksud adalah tidak hanya rawan tanah longsor saja. Tetapi juga banjir, angin, puting beliung bahkan kekeringan. “Mengingat letak Ngetos di atas perbukitan,” kata Camat Bambang.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim Hj. Wara S. Renny Pramana, SE mengungkapkan kekagumannya terhadap Ngetos yang menurutnya indah. Sepanjang perjalanan, ia mengaku menikmati pemandangan yang masih asri. Namun, ia mengimbau warga setempat untuk tetap waspada. Karena kontur tanah di sana yang rawan longsor.

Karenanya, ia meminta Pemkab Nganjuk untuk memberi perhatian khusus. Caranya dengan mengontrol pemanfaatan tanah. Yakni dengan penghijauan. “Sehingga tanah yang labil ini ada penguatnya yaitu tanaman yang besar untuk penyangga tidak terjadi longsor lagi,” kata legislator dari PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga meminta Bupati Nganjuk untuk segera merelokasi korban bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di tempat yang lebih aman dan layak. Meningat, saat ini para korban masih banyak yang menumpang di tempat kelarga ataupun menyewa. Untuk itu, istri Sekretaris Kabinet Indonesia, Pramono Anung ini berpesan untuk menjaga kelestarian alam. “Bumi yang kita pijak ini, tanggung jawab kita semua. Marilah merawat bumi dengan baik,” tegasnya.

Sebagai informasi, turut mendampingi pada kunjungan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Drs. Gunawan Widagdo. Kemudian, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk, Nafhan Thohawi.

Atas masukan dan saran tersebut, Gunawan menjelaskan bahwa tim teknis Ngetos telah mempersiapkan relokasi bagi korban tanah longsor. Namun saat ini tengah menunggu Izin Persetujuan Pinjam Kawasan Hutan (IPPKH). “Dan nanti ada pendanaan dari BNPB untuk relokasi dan kebetulan menempati tanah Perhutani dengan skema IPPKH nantinya,” tutur Gunawan.

“Kami juga pernah melakukan penanaman hutan dengan tanaman semusim. Ketika bukit ditebangi, pada musim penghujan terjadi run off besar-besaran. Sehingga material sedimen turun hingga menutup jalan. Semoga kehadiran Komisi E DPRD Jatim di Ngetos akan ada peninjauan kembali kebijakan penanaman hutan bersama masyarakat. Agar tegakan yang ada di atas, di cachmen area diatas tidak habis. Kebijakan Perhutani ada pembicaraan khusus untuk ditinjau kembali,” tambahnya. (Nr/Aeh)

Baca juga :

0 Komentar