KPU Mengajak Masyarakat Maksimal Ikuti Pesta Demokrasi

Sebagai Pemegang Kedaulatan Tertinggi Pemilihan Umum

NGANJUK, PING-Pemilihan umum (pemilu) merupakan pesta demokrasi di Tanah Air untuk menentukan pemimpin maupun anggota legislatif. Pelaksanaannya sendiri mengusung asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil), dengan harapan melahirkan pemilihan dan pemilu yang bersih, berkualitas, berintegritas, dan bermartabat.

Dalam pelaksanaan pemilu, pemerintah membentuk lembaga bernama Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bersama KPU, berbagai pihak harus memiliki komitmen dan tanggung jawab yang sama.

"Dari sebuah pemilihan yang bersih dan berintegritas, tentu akan melahirkan pemimpin yang berintegritas pula," tutur Yudha Hernanto, Komisioner KPU Kabupaten Nganjuk saat talkshow di RSAL FM, Selasa (11/01/2021).

Pada acara yang dipandu Asti Hanifa tersebut Yudha menjelaskan, masyarakat juga berharap melalui pemilu, maka akan menghasilkan pemimpin yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat, dan daerahnya. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi mempunyai hak penuh dalam menentukan pemimpinnya. "Masyarakat sesungguhnya memiliki peran vital dalam proses demokrasi tersebut," tambahnya.

''Masyarakat sesungguhnya memiliki berbagai peran aktif untuk bisa mendukung proses demokrasi. Antara lain sebagai penyelenggara, sebagai pemilih maupun dipilih menjadi pemimpin, sebagai pengawas dalam pemilihan, maupun sebagai bagian yang menerima dan menjalani hasil proses demokrasi itu sendiri," tegasnya.

Menurut Yudha, tren masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu cukup meningkat. Hal itu menunjukan semakin kuatnya tatanan demokrasi dalam sebuah negara. 

Dalam berdemokrasi, keterlibatan rakyat dalam setiap penyelenggaraan yang dilakukan negara adalah sebuah keniscayaan atau keharusan. Masyarakat menjadi faktor yang sangat penting dalam tatanan demokrasi.

"Karena demokrasi mendasarkan pada logika persamaan dan gagasan. Bahwa pemerintah memerlukan persetujuan dari yang diperintah. Untuk itu, penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU sebagai sarana dalam melaksanakan demokrasi, tentu saja tidak boleh melepaskan dari adanya keterlibatan masyarakat," pungkas Yudha. (Ast/El)

 

Baca Juga:

0 Komentar