Korban Bencana Longsor Ngetos Apresiasi Program Jemput Bola Dispendukcapil Nganjuk

Tim Ditjend Dukcapil Kemendagri dan Dispendukcapil Nganjuk Serahkan 19 Akta Kematian Korban Meninggal dan 112 KTP-El

Bencana alam tanah longsor yang terjadi di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos pada Minggu (14/02) lalu turut merusak dan menghilangkan berbagai dokumen kependudukan milik warga, seperti kartu keluarga (KK), KTP elektronik dan lainnya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat mengganti dengan dokumen yang baru dan menyerahkan langsung kepada warga korban longsor.

Proses penggantian dokumen kependudukan dilakukan Dispendukcapil bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) sebanyak 19 akta kematian dan 112 KTP-El bagi korban tanah longsor. Warga menyambut gembira penggantian dokumen tersebut.

Kepala Dusun Selopuro, Semi, mengucapkan apresiasinya atas nama warga. Ia berterima kasih atas perhatian Dispendukcapil dan Ditjen Dukcapil Kemendagri yang telah meringankan beban warga dengan memberikan penggantian dokumen kependudukan secara cepat dan tanpa biaya.

"Saya berterima kasih atas aksi cepat tanggap kepada Dispendukcapil, juga tim dari Kemendagri yang sudah jauh-jauh datang kesini membantu kami warga korban longsor," kata Semi.

Warga terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Ngetos mengakui pelayanan penerbitan dokumen kependudukan pengganti yang hilang atau rusak yang dilakukan berlangsung cepat dan tanggap.

Suparman, salah satu warga korban longsor yang berada di posko pengungsian SDN 3 Ngetos saat ditemui PING juga menyampaikan terima kasih kepada tim Kemendagri dan Dispendukcapil yang telah memberikan akta kematian anggota keluarganya yang turut manjadi korban meninggal tanah longsor Selopuro Ngetos.

“Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Kemendagri dan Dukcapil Nganjuk yang telah memberikan akta kematian keluarga saya”, ucap syukurnya.

Serah terima dokumen kependudukan. Tim tanggap-darurat Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Dinas Dukcapil Nganjuk  saat menyerahkan dokumen kependudukan pengganti bagi korban bencana di Selopuro Kecamatan Ngetos, selasa (23/02/2021)

Walter Edward Malau, S.Sos, MPA selaku perwakilan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri menuturkan, penggantian atau penerbitan dokumen baru akibat terdampak bencana alam adalah program dari pemerintah pusat bekerjasama dengan daerah. Dengan tujuan sebagai wujud pengakuan dan perlindungan negara terhadap status kependudukan.

“Kita (Dukcapil) bergerak aktif, mendata dan mengganti dokumen yang hilang atau rusak, melalui pemerintah desa setempat. Kita lakukan penggantian KK baru, status KTP baru (cerai mati), dan penerbitan akta kematian bagi  anggota keluarga korban longsor yang meninggal,” katanya.

Edward menambahkan, penerbitan atau penggantian dokumen korban diberikan secara cepat, mudah dan gratis. Sehingga keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri karena sudah diuruskan oleh pemerintah setempat sesuai alamat KTP-el maupun KK korban.

“Hari ini, Selasa (23/02/2021), tim telah menerbitkan 19 akta kematian korban, dan 112 KTP-el warga terdampak longsor. Nantinya akan kita ganti semua dokumen kependudukan untuk warga Dusun Selopuro, Desa Ngetos yang juga terdampak,” tutupnya.(And/Zak/Her)

0 Komentar