Konfirmasi Covid Meningkat, Satgas Ajak Tegakkan Kembali SE Bupati Nganjuk

Ketua MUI Nganjuk tegaskan COVID-19 nyata. Ajak ulama tenangkan masyarakat dan disiplin 3M di acara keagamaan

Dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Nganjuk gelar rapat koordinasi bersama Forkopimda  melalui video conference yang diikuti oleh Forkopimcam, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (4/11/2020).

Rakor yang dipimpin oleh Wakil Bupati Nganjuk  Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.H., MBA., juga dihadiri oleh Wakil 1 Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Prathama, yang juga selaku Kapolres Nganjuk, Wakil 2 Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Letkol Inf. Georgius Luky Ariesta, S.I.P.,M.Si, Komandan Kodim 0810 Nganjuk, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Achmad Noeroel Cholis dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nganjuk KH. Ali Mustofa Said.

Bertempat di Ruang Rapat Anjuk Ladang Wakil Bupati Kang Marhaen, yang kali ini mewakili Bupati Nganjuk selaku Ketua Satgas, menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk bahwa kurang lebih di dua minggu terakhir ini mengalami lonjakan signifikan dan total angka positif mencapai ada 804 orang. Data yang di peroleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk kasus peambahan tertinggi mencapai 25 orang dalam satu hari terkonfirmasi positif pada tanggal 25 November 2020. Dan total yang sembuh mencapai 643 orang, kurang lebih recovery rate nya 79,60%.


(Data perkembangan COVID-19 Kab. Nganjuk per tanggal 4 Desember 2020. Sumber: Dinkes)
 

“Angka recovery rate kita masih kalah dari Jawa Timur yang mencapai 87,79%. Saya berharap recovery rate ini harus ditingkatkan, maka ada dua hal yang perlu di tangani bersama yaitu yang pertama bagaimana penanganan penyebaran covid ini bisa terkendali dan yang kedua bagaimana penanganan yang terkonfirmasi tingkat penyembuhannya bisa naik,” tegas Kang Marhaen.

Menyampaikan pesan dari Bupati Nganjuk, Kang Marhaen mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti sekaligus menegakkan kembali SE Bupati Nganjuk tentang adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga:
Survei Nasional, 65% Masyarakat Bersedia Divaksinasi COVID-19
Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman. BPOM Kawal Keamanan, Khasiat dan Mutu Vaksin COVID-19

Dari paparan yang disampaikan oleh Kadinkes Nganjuk, cluster terbesar penyebaran virus ini adalah cluster orang bepergian dan cluster keluarga. Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk lebih dapatnya mawas diri sekaligus menjaga agar virus ini tidak menyebar, terlebih kepada anggota keluarga. Noeroel Cholis meyakinkan bahwa virus ini masih ada, maka sudah seharusnya kita tetap waspada agar virus ini tidak cepat menyebar.

Hal senada disampaikan oleh AKBP Harviadhi Agung Prathama. Kapolres Nganjuk ini menegaskan bahwa sekarang tidak ada isolasi mandiri. Siapapun yang terkonfirmasi Covid-19 harus menjalani perawatan di 3 Rumah Sakit Rujukan atau Rumah Sakit Darurat. “Bilamana perlu, Hotel Sanggrahan yang ada di sawahan nantinya akan kita gunakan sebagai Rumah Sakit Darurat,” ungkap mantan Kapolres Batu ini.

Harvi mengajak kepada seluruh jajaran Forkopimda dan Forkopimcam untuk menegakkan kembali operasi yustisi. “Sampai ditingkat desa/kelurahan saya himbau untuk menegakkan juga, saya sendiri nanti akan turun melihat secara langsung bagaimana Pemerintah Desa bersama Babinsa dan Babinkantibmas bisa kembali menertibkan warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan,” tegasnya. (ak)

1 Komentar

AGUS SULISTYONO

Tingkat kepedulian masyarakat, khususnya desa...sangat rendah... Berpergian kemana-mana loss...tanpa masker..bahkan tanpa helm.. Hal ini menciptakan phycologis semakin terbukanya kebebasan. Perlu perketat ops Yustisi...dgn titik berat di kota2 kecamatan.