KIP Jawa Timur Datang ke Nganjuk, Ini yang Dilakukan

Visitasi PPID Desa Sidokare, Rejoso untuk Verifikasi Dokumen Secara Riil di Lapangan

NGANJUK, PING-Badan Publik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) berhasil lolos ke tahap pemeringkatan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Timur melakukan visitasi langsung di Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Senin (25/10/2021).

Komisioner KIP Jawa Timur Edi Purwanto, S.PSi, M.Si menerangkan, visitasi yang dilakukan pihaknya di Desa Sidokare, Rejoso bukan tanpa alasan. Sebab PPID Desa Sidokare, Rejoso berhasil lolos tujuh besar terbaik di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, Desa Sidokare berhasil lolos tujuh besar. Sehingga tim KIP melakukan visitasi untuk mencocokkan apa yang telah dipaparkan,” ujar Edi Purwanto kepada PING.


Komisioner KIP Jawa Timur Edi Purwanto, mencocokan informasi yang diunggah pada website Desa Sidokare

Menurut Edi Purwanto, sebelum melakukan visitasi, pihaknya sudah melakukan beberapa proses. Salah satunya proses pemberian Self Assessment Questionnaire  (SAQ) untuk menilai dirinya sendiri sebagai badan publik.

Selain itu, visitasi juga untuk mengetahui informasi-informasi yang telah diunggah pada website, untuk membuktikan secara konkrit. Apakah sudah sesuai dengan yang ada di lapangan. Selain itu, visitasi KIP juga sebagai langkah penyempurnaan badan publik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami berharap tidak hanya satu atau dua desa saja. Tetapi seluruh desa di Kabupaten Nganjuk bisa memberikan pelayan informasi kepada masyarakat. Karena informasi adalah kunci dari segala macam hal. Selain itu masyarakat juga bisa mengetahui dan mengawal dana desa secara transparan. Sehingga tidak ada lagi penyelewengan dana desa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Pengelolaan Informasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk Hari Purwanto, ST berharap Desa Sidokare bisa menjadi percontohan di Kota Bayu. Sehingga, desa yang lainnya ikut termotivasi memberikan informasi secara transparan kepada masyarakat. “Kami akan terus mendukung seluruh desa di Kabupaten Nganjuk dengan memberikan bimbingan dan edukasi terkait penyampaian informasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa setiap tahun KIP menyelenggarakan monitoring dan evaluasi bagi PPID di Jawa Timur.  Untuk tahun ini, Badan publik yang diambil yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten maupun kota. Kemudian organisasi perangkat daerah, dan pemerintah desa di Jawa Timur. (Hs/Ys)

 

Baca Juga :

0 Komentar