Kejari Antisipasi Adanya Aliran Kepercayaan Menyimpang di Nganjuk

Bersama Stake Holder Terkait Rembug PAKEM

NGANJUK, PING-Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk melaksanakan rapat koordinasi (rakor) Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), Rabu (16/06/2021). Hadir dan memimpin rakor, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, SH, MH, mengajak stakeholder terkait untuk mencegah adanya aliran kepercayaan yang menyimpang atau sesat dari kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga, tim PAKEM dapat mengambil langkah atau tindakan terhadap aliran-aliran kepercayaan yang dapat membahayakan kerukunan masyarakat dan negara.

“Pelaksanaan aliran kepercayaan benar-benar sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Kajari Nophy saat memimpin rakor di aula Kejari Nganjuk.

“Tugas dari Kejari Nganjuk melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam rangka mengupdate perkembangan situasi saat ini khususnya perkembangan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di Kabupaten Nganjuk, guna mencegah adanya konflik baru di lingkungan masyarakat Kab. Nganjuk,” lanjutnya.

Pria yang memimpin lembaga penegak hukum dengan moto SAE (Semangat Amanah Melayani) itu menegaskan pelaksanaan PAKEM sebagaimana diatur dalam pasal 30 ayat (3) huruf d dan e Undang-Undang Nomor 16/2004 tentang Kejaksaan RI, kejaksaan turut menyelenggarakan kegiatan pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama.

“Menambah keberagaman budaya bangsa kita khususnya yang ada di Kabupaten Nganjuk yang dapat dijadikan satu kekuatan dalam peningkatan pembangunan bangsa dan negara menjadi lebih baik menuju masyarakat Indonesia yang adil, makmur serta sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” lanjutnya.

Sebagai informasi, tugas dari tim PAKEM adalah menerima dan menganalisa laporan dan atau informasi tentang aliran kepercayaan atau aliran keagamaan; meneliti dan menilai secara cermat perkembangan suatu aliran kepercayaan atau aliran keagamaan untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketentraman umum; mengajukan laporan dan saran sesuai dengan jenjang wewenang dan tanggung jawab.

Untuk itu, Kajari Nophy berharap dengan rakor tersebut, keberadaan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di wilayah Kabupaten Nganjuk dapat terkoordinir dengan baik. Serta keberadaanya dapat berdampingan dengan agama yang dianut oleh masyarakat Kota Bayu secara baik. Dengan adanya pembinaan aliran kepercayaan secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan dapat hidup berdampingan dengan baik. “Sehingga gesekan antara penganut aliran kepercayaan dan aliran agama maupun antar sesama pengikut agama dapat dihindari semaksimal mungkin,” tutup Nophy.

Turut hadir dalam rakor Kasi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah, SH, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nganjuk, Gatut Sugiarto, perwakilan dari Kodim 0810/Nganjuk, Polres Nganjuk, Disparporabud Kabupaten Nganjuk, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nganjuk dan Forum Pembauran Kabupaten Nganjuk.

Baca juga:
Tekad Kajari Nophy Wujudkan Kejaksaan Nganjuk Lembaga Bebas Dari Korupsi

Rekomendasi

judul.

0 Komentar