Kebut Pengerukan Sungai, Antisipasi Banjir Susulan

13 sungai di 8 Kecamatan, kerahkan 7 excavator, 4 truk, 307 personil gabungan

Berkaca dari kejadian banjir di Kabupaten Nganjuk pada Minggu (14/2/2021), Pemkab Nganjuk membentuk Satgas Normalisasi Sungai. 307 personil gabungan Satgas ditargetkan membersihkan 13 sungai selama 14 hari.

Sasaran 13 Sungai

Titik saluran sungai dan pintu air 8 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk yang telah dilakukan kegiatan pengerukan:

  1. Wilangan (2 sungai)
    • Dam Glatik, 1 hari tanggal 20 Februari
    • Sudimoroharjo, 5 hari tanggal 24 - 28 Februari
  2. Kecamatan Loceret (1 sungai)
    Sungai Desa Gejagan, 8 hari tanggal 24 - 28 Februari
  3. Kecamatan Sukomoro (1 sungai)
    Sungai Desa Sumengko, 9 hari tanggal 20 - 28 Februari
  4. Kecamatan Nganjuk (2 sungai) 
  • Sungai Nganjuk Asri, 9 hari tanggal 20 - 28 Februari
  • Kali Kuncir Kiri, Kelurahan Cangkringan, 6 hari tanggal 23 - 28 Februari 
  1. Kecamatan Berbek (3 sungai)
    • Dam Tiripan, 4 hari 17 - 20 Februari
    • Dam Pogalan, 11 hari tanggal 18 - 28 Februari
    • Desa Maguan, 6 hari tanggal 23 - 28 Februari
  2. Kecamatan Pace (1 sungai)
    Dam Banaran, 1 hari tanggal 21 Februari
  3. Kecamatan Loceret (2 sungai)
  • Dam Kramat Desa Tanjungrejo, 1 hari tanggal 17 Februari
  • Kali Kuncir Kanan, Desa Gejagan 8 hari tanggal 24 - 28 Februari 
  1. Kecamatan Bagor (2 sungai)
  • Kali Konang, Desa Pesudukuh, 1 hari tanggal 26 Februari
  • Kali Konang, Desa Girirejo, 2 hari tanggal 27 - 28 Februari

Personil dan Peralatan

Posko Satgas Normalisasi Sungai mengerahkan 100 orang Dinas PUPR, 8 orang Dinas PRKPP, 10 orang Dinas LH, 2 orang BPBD, 50 orang TNI Polri, 30 orang TPOP BBWS dan SDA Provinsi, 7 orang Perum Jasa Tirta, 100 orang relawan MTA, Banser, pecinta alam.

Selain personil Kabupaten, unsur pemerintah Kecamatan, Desa, dan Kelurahan turut mengerahkan personil dari perangkat maupun masyarakat setempat.

Mereka dibekali sejumlah peralatan. Diantaranya excavator sejumlah 7 unit, 4 unit truk, seling, 3 kendaraan roda tiga Tosa , gergaji mesin, cangkul dan sabit.

Sampah, tanah lumpur dan material kayu bambu

Pengerukan sungai dilakukan dengan mengangkat material penghalang aliran air. Satgas berhasil mengangkat material penghalang aliran yang kebanyakan terdiri sampah plastik.

Sementara, beberapa sungai terjadi pendangkalan dan penyempitan dikeruk dari  timbunan tanah, pasir, lumpur, dan bebatuan.

Rumpun bambu dan kayu menjadi material yang banyak ditemukan akibat hanyut karena banjir. Butuh ekstra tenaga dan waktu bagi Satgas mengerahkan excavator untuk mengangkat material.

Rumpun bambu sebagian dibuang ke TPA Kedungdowo dan sebagian dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk keperluan rumah tangga. Sedangkan untuk material tanah dan bebatuan dimanfaatkan sebagai tambahan material tanggul penahan sungai. 

Material tanah/ lumpur dan bebatuan hasil pengerukan yang dimanfaatkan sebagai material tambahan material penahan sungai 

Kegiatan pengerukan sempat terkendala debit air yang masih tinggi, lokasi yang sulit dijangkau alat berat, dan cuaca hujan. Kendala dan deadline waktu pekerjaan yang singkat, tidak menyurutkan semangat Satgas Normalisasi Sungai untuk menyelesaikan kegiatan. Terbukti, Satgas optimis menyelesaikan normalisasi/ pengerukan tepat waktu pada Minggu (28/2/2021). 

Akses jalan sempit yang dilalui Alat Berat untuk menuju ke lokasi pengerukan 

Sementara, terkait kondisi sungai yang penuh sampah plastik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro, S.Sos., M.M menghimbau masyarakat untuk menjaga sungai agar tetap bersih dan bebas dari sampah. 

“Kebersihan sungai adalah tanggungjawab kita semua. Kita bekerjasama dalam menjaga kebersihannya! Masyarakat hidup sehat dengan cara tidak membuang material sampah di sungai. Mari kita belajar dari pengalaman,” tuturnya sembari menjelaskan bahwa penumpukan material sampah di beberapa titik aliran sungai dan pintu air menjadi salah satu penyebab banjir. 

0 Komentar