Kasatpol-PP Targetkan Revitalisasi Satlinmas Desa/Kelurahan

Sinergikan Dinas PMD, Diskominfo, Kecamatan Untuk Optimalkan Pembinaan Satlinmas di Desa/Kelurahan

NGANJUK, PING-Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di desa/kelurahan diharapkan mampu memberi rasa aman warga.

Pemkab Nganjuk melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bertekad melakukan revitalisasi keberadaan Satlinmas di desa/kelurahan. Hal itu dilakukan melalui program peremajaan anggota Satlinmas, peningkatan kapasitas, pemenuhan sarana prasarana, hingga penguatan tugas dan fungsi serta penggunaan teknologi informasi dalam manajemen Satlinmas.

"Untuk memberikan rasa aman bagi warga", terang Samsul Huda, SH, MH, Kepala Satpol-PP Kabupaten Nganjuk saat memimpin rakor revitalisasi Satlinmas Tahun 2022, Rabu (24/11/2021) di kantor Satpol-PP, bersama Dinas PMD, Bappeda, dan Dinas Kominfo.

Samsul menjelaskan institusinya mengalami perubahan struktur organisasi berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2021. Bidang Perlindungan Masyarakat menjadi Seksi Satuan Perlindungan Masyarakat.


Sinergritas 
Satpol-PP bersama Dinas PMD, Diskominfo, Kecamatan Untuk Optimalkan Pembinaan Satlinmas di Desa/Kelurahan

"Ini mempengaruhi kinerja pembinaan Satlinmas di Nganjuk. Termasuk persoalan anggaran Satlinmas", ungkap pria yang juga menjabat Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra.

Solusi Sinergi

Meski mengalami kendala, Samsul tetap optimis pembinaan Satlinmas akan berjalan lancar. Pihaknya menempuh strategi pembinaan bersinergi dengan Dinas PMD, Kecamatan dan Dinas Kominfo.

"Dinas PMD terkait dengan kebijakan penggunaan APB Desa untuk mendukung kebutuhan Satlinmas Desa", ungkap pria penggemar bulu tangkis itu.

Deni dan Nunik Hariasih sebagai Tenaga Ahli Pendamping Desa yang mewakili Dinas PMD menyatakan siap memfasilitasi kebijakan anggaran Satlinmas. Termasuk kebutuhan sarpras, peningkatan kapasitas dan operasional anggota Satlinmas.

"Kita sesuaikan ketentuan anggaran desa. Dan yang utama adalah dana operasional harus ada kegiatan yang menghasilkan sehingga bisa dipertanggungjawabkan", terang Deni yang bertugas sebagai Tenaga Ahli Pendampingan Desa di Nganjuk sejak 2012.

Sementara itu, Sujono, Kabid Layanan e-Government Diskominfo menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan TIK dalam menajamen Satlinmas. Ini merespon harapan Satpol-PP untuk membangun sistem informasi Satlinmas.

"Aplikasi Linmas memuat layanan pengaduan masyarakat, database anggota, dan informasi kegiatan Satlinmas", terang pria yang berdomisili di Kecamatan Tanjunganom itu.

Melihat respon perangkat daerah terkait, Kasatpol-PP optimis pembinaan Satlinmas desa/kelurahan di 2022 akan berjalan optimal.

“Kita ingin merubah kesan bahwa Satlinmas hanya dibutuhkan ketika ada pemilihan umum maupun pemilihan kepala desa saja. Padahal peran Satlinmas lebih dari itu, dan sangat dibutuhkan masyarakat,” tutup Samsul Huda. (Hs/Yos)

 

Baca Juga :

0 Komentar