Kang Marhaen Ikuti Rapat Pengarahan oleh Presiden Secara Daring

Pemerintah Daerah Diminta Waspada Gejolak Kenaikan COVID-19 Setelah Lebaran

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA mengikuti rapat dengan agenda mendengar arahan Presiden Joko Widodo bersama seluruh kepala daerah secara daring di Command Center Kabupaten Nganjuk, Senin (17/05/2021). Turut mengikuti rapat, Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Prathama, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Inf. Georgius Luky Ariesta, S.I.P., M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Sekda Drs. Mokhamad Yasin, M.Si dan jajaran pejabat Pemkab Nganjuk lainnya.

Rapat dimulai dengan mendengar paparan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam laporannya, mantan Kapolri itu menerangkan dalam penanganan COVID-19, setiap kepala daerah harus mampu menghadapi pandemic untuk tetap menyelamatkan masyarakat.

“Karena Indonesia mengalami krisis kesehatan dan efek di beberapa bidang lainnya. Seperti ekonomi, keuangan, sosial dan yang lainnya diakibatkan COVID-19. Sehingga Satgas COVID-19 di daerah diharapkan mampu mengendalikan penyebaran virus COVID-19 sehingga membantu pertumbuhan laju ekonomi,” kata Menteri Tito.

Presiden Joko Widodo juga turut mengingatkan para kepala daerah, untuk berhati-hati dan waspada. Karena ada potensi jumlah kasus COVID-19 naik. Mengingat, setelah Idul Fitri 1442 Hijriah. “Menurut data, dari grafis dan kurva, mobilitas masyarakat di hari Lebaran di tempat-tempat wisata naik tinggi dari 38 persen menjadi 108 persen. Namun kita berharap dan optimis semoga tidak ada lonjakan kasus aktif dalam dua minggu ke depan,” terangnya.

“Saya berharap, kasus aktif bisa turun lagi. Dimana pada Februari sebagai puncaknya jumlah kasus sebanyak 176 ribu. Tapi kini turun menjadi 90-an ribu. Ini yang terus kita tekan sehingga membutuhkan konsistensi. Hati-hati karena gelombang kedua dan ketiga sangat berbahaya. Seperti halnya di negara-negara tetangga kita yang lockdown hingga Juni,” lanjut Presiden Jokowi.

Presiden turut menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2020, yakni 2,97 persen. Kemudian di kuartal kedua, turun menjadi minus 5 persen. Untuk kuartal pertama 2021, masih minus 0,74 persen. Sedangkan target kuartal kedua sekitar di atas 7 persen. “Seluruh gubernur, bupati dan wali kota memiliki tanggungjawab yang sama dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional. Saya meyakini target itu bisa tercapai. Yang penting, tetap harus hati-hati sehingga penanganan COVID-19 dan pertumbuhan ekonomi bisa sejalan seiring,” lanjut Kepala Negara.

Usai rapat, Kang Marhaen mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas sehari-harinya. Menurutnya, penerapan prokes menjadi salah satu upaya yang ampuh mencegah COVID-19.“Agar tidak ada kenaikan kasus COVID-19, utamanya usai Lebaran,” pungkasnya. (hs/ys)

 

foto: humaskabnganjuk

0 Komentar