Kang Marhaen Dorong Pedestrian A. Yani Jadi Penopang KEN

Akan Menjadi Ikon Nganjuk dan Pusat Perekembangan Ekonomi Kota Bayu

NGANJUK, PING-Plt Bupati Nganjuk DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA menghadiri Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) yang digelar Jawa Pos Radar Nganjuk, Rabu (08/09/2021). Dalam kegiatan itu Kang Marhaen menyampaikan bahwa KEN akan menjadi cita-cita jangka panjang Kabupaten Nganjuk.

Dimana KEN diharapkan bisa merubah wajah Nganjuk. Serta menopang pedestrian A. Yani yang tengah disolek sedemikian indah. "Tentunya pembangunan tersebut membawa dampak perubahan untuk Nganjuk. Salah satunya di bidang ekonomi," tutur Kang Marhaen.

Menurut Kang Marhaen, pembangunan pedestrian koridor A. Yani yang berada di jantung kota tersebut ke depan diharapkan bisa menjadi pusat perekonomian. Atau dengan istilah lain disebut KEN.

"KEN sendiri merupakan ikon baru nantinya di Kota Bayu dan bisa membawa perkembangan kawasan ekonomi di masa yang akan datang. Diharapkan dengan adanya ikon baru ini bisa memberikan manfaat bagi para pedagang, dan warga disepanjang Jl. A. Yani," lanjutnya.

Sebagai informasi, di tahun 2021 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk kembali meneruskan pembangunan pedestrian koridor A. Yani. Pedestrian itu diharapkan akan mengerek perekonomian di sana.

Karena sebagai pusat pergerakan perekonomian, Pemkab Nganjuk mengisitilahkan dengan KEN. Meskipun masih dalam tahap embrio.

Dalam proses pembangunan KEN, banyak pihak yang mengalami imbasnya. Untuk itu, dengan digelarnya FGD ini bisa menjadi jembatan agar ditemukan solusi yang baik untuk semua pihak.

"Baik untuk pemangku kebijakan, masyarakat, hingga kalangan pedagang yang setiap hari mengais rezeki di sana," tandas Kang Marhaen sambil menyebut KEN bisa menjadi ladang rezemi banyak pihak, termasuk Pedagan Kaki Lima (PKL) karena banyaknya orang yang berkunjung ke sana.

Sebagai informasi, FGD tersebut dihadiri beberapa organisasi perangkat daerah terkait. Seperti Dinas PRKPP, Disperindag, Disnakerkop UM, DPMPTSP, Bapenda, Kecamatan Nganjuk dan Kelurahan Ploso.

Selain itu, juga ada dari pihak yang terkait yang diundang. Misalnya perwakilan PKL Alun-Alun dan Jalan A Yani. Kemudian HIPMI, Kejaksaan Negeri Nganjuk, termasuk perwakilan warga Jalan A Yani. (Hs/Ys)

 

Baca Juga :

0 Komentar